Kapolres Soppeng Beri Pesan Keras ke Siswa Latja, Soal Gaya Hidup hingga Medsos Jadi Sorotan: “Jangan Sampai Karier Hancur!”

Gambar
Soppeng, Kabartujuhsatu.news ,– Suasana Aula Tantya Sudhirajati Mapolres Soppeng, Rabu (29/4/2026), mendadak hening saat Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K. menyampaikan arahan tegas kepada siswa Latihan Kerja (Latja) Diktukba Polri Angkatan 54 Tahun Anggaran 2026. Dalam arahannya, Kapolres menyoroti sejumlah hal krusial yang dinilai dapat menentukan masa depan para calon anggota Polri, mulai dari sikap saat bertugas, penggunaan kekuatan, hingga gaya hidup di media sosial. Kapolres menekankan bahwa menjadi anggota Polri bukan sekadar mengenakan seragam, tetapi juga membawa tanggung jawab besar di tengah masyarakat. Ia mengingatkan agar para siswa mengedepankan sikap humanis dan menghindari perilaku arogan saat menjalankan tugas. “Polisi harus hadir sebagai pelindung dan pengayom. Jangan sampai masyarakat merasa takut hanya karena sikap kita yang tidak bijak,” tegasnya di hadapan para peserta Latja. Tak hanya itu, Kapolres juga mengingatkan bahwa penggunaan kekuat...

PB IMPS Periode 2026–2028 Bikin Gebrakan! Soroti Nasib Mahasiswa Soppeng di Perantauan, Soal Asrama hingga Beasiswa Jadi Sorotan


Makassar, Kabartujuhsatu.news, Pengurus Besar Ikatan Mahasiswa Pelajar Soppeng (PB IMPS) periode 2026–2028 akhirnya angkat bicara. Organisasi mahasiswa asal Kabupaten Soppeng ini menegaskan komitmen serius untuk memperjuangkan hak-hak mahasiswa, mulai dari akses pendidikan, kesejahteraan, hingga ruang pengembangan diri yang selama ini dinilai masih belum maksimal.

Ketua Umum PB IMPS, Muhammad Arifin Syam, menegaskan bahwa organisasi mahasiswa tidak boleh hanya hadir dalam kegiatan seremonial semata.

Menurutnya, PB IMPS harus menjadi representasi nyata suara mahasiswa Soppeng, khususnya mereka yang sedang menempuh pendidikan di perantauan dan menghadapi berbagai keterbatasan.

“Mahasiswa Soppeng memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses pendidikan yang layak, beasiswa, serta ruang pengembangan kapasitas. PB IMPS hadir untuk memastikan hak-hak tersebut diperjuangkan secara serius,” tegas Arifin. Selasa (28/4/2026).

Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. PB IMPS menilai masih banyak persoalan mendasar yang dihadapi mahasiswa asal Soppeng. Mulai dari keterbatasan akses informasi terkait beasiswa, minimnya wadah pengembangan potensi, hingga kurangnya perhatian terhadap mahasiswa yang berada di luar daerah.

Kondisi ini dinilai berdampak langsung pada kualitas pengembangan sumber daya manusia daerah. Banyak mahasiswa yang kesulitan mendapatkan informasi bantuan pendidikan, sementara sebagian lainnya harus menghadapi tantangan ekonomi selama menempuh studi di kota-kota besar.

Tak hanya itu, PB IMPS juga menyoroti kondisi asrama mahasiswa Soppeng yang dinilai membutuhkan perhatian serius. Asrama dianggap sebagai fasilitas penting yang dapat membantu mahasiswa, khususnya bagi mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. Ketersediaan hunian yang layak diyakini mampu memberikan kesetaraan akses pendidikan bagi mahasiswa di perantauan.

PB IMPS menegaskan bahwa pembenahan asrama mahasiswa merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah dalam pengelolaan aset. Selain menjadi tempat tinggal, asrama juga dapat difungsikan sebagai pusat pengembangan intelektual dan solidaritas mahasiswa Soppeng.

Sebagai langkah awal, PB IMPS akan melakukan penguatan fungsi advokasi organisasi. Salah satunya melalui pendataan kebutuhan mahasiswa secara menyeluruh. Data tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam mendorong kebijakan yang lebih berpihak kepada pelajar dan mahasiswa asal Soppeng.

Selain itu, PB IMPS juga akan membangun komunikasi yang lebih intensif dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat realisasi program-program yang menyentuh langsung kebutuhan mahasiswa.

Organisasi ini juga berkomitmen membuka ruang aspirasi yang inklusif. Mahasiswa nantinya dapat menyampaikan berbagai persoalan secara langsung, baik terkait pendidikan, kesejahteraan, maupun pengembangan diri. Aspirasi tersebut akan dikawal agar dapat melahirkan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Tak berhenti di situ, PB IMPS juga mengajak seluruh mahasiswa Soppeng untuk terlibat aktif dalam gerakan kolektif. Partisipasi mahasiswa dinilai menjadi kunci utama dalam mendorong perubahan yang berkelanjutan. Solidaritas antar mahasiswa diharapkan mampu memperkuat posisi tawar dalam memperjuangkan hak-hak bersama.

Dengan komitmen tersebut, PB IMPS periode 2026–2028 diharapkan tidak hanya menjadi organisasi formal, tetapi benar-benar menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan kepentingan mahasiswa Soppeng. Langkah ini sekaligus menjadi sinyal bahwa mahasiswa Soppeng siap bergerak bersama untuk masa depan pendidikan yang lebih baik.

(Red)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kabar MENGHARUKAN! Bupati Soppeng Suwardi Haseng Datang Langsung Menjenguk Pung Cambang, Begini Kondisinya Sekarang

Tokoh Kharismatik Berpulang Selamanya, Bupati dan Ribuan Warga Tumpah Ruah Antar Pung Cambang ke Peristirahatan Terakhir

TERKUAK! Rekonstruksi Kasus Pembunuhan di Wisma Umega Soppeng, Tersangka Sempat Santai Merokok Usai Habisi Korban