Postingan

Menampilkan postingan dengan label Rusia

Terima Dubes Rusia, Prabowo Utarakan Masukan untuk Perdamaian

Gambar
Jakarta, Kabartujuhsatu.news , Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menerima kunjungan Duta Besar Rusia Lyudmila Georgievna Vorobieva di ruang kerjanya di Kemhan, Jakarta.  Prabowo mengatakan pada pertemuan ini ia dan Dubes Rusia membicarakan kerja sama kedua negara khususnya bidang pertahanan, militer, dan kekuatan alutsista TNI “Kami berharap hubungan kedua negara yang telah terjalin cukup lama ini, dapat terus berjalan dengan baik,” ujar Prabowo dalam keterangan pada unggahan foto di Instagram pribadinya @prabowo, Selasa (6/6). Prabowo menambahkan bahwa dalam kesempatan itu sempat memberikan masukan kepada Rusia untuk terciptanya perdamaian dengan Ukraina. “Kami juga memberikan masukan demi terciptanya perdamaian antara Ukraina dan Rusia,” ujarnya. Saat ini, Indonesia dan Rusia telah menjalani kerja sama pertahanan. Sebagai contoh, PT LEN saat ini bekerja sama dalam proyek tactical data link system untuk integrasi pesawat Sukhoi. Sebelumnya, Prabowo juga menerima kunjungan Duta Besar...

Presiden Rusia Vladimir Putin Apresiasi Dukungan Indonesia

Gambar
Presiden Rusia Vladimir Putin (Ist). Jakarta, Kabartujuhsatu.news ,-Konflik yang terjadi di Ukraina terus menderu. Rusia tak mau tinggal diam saat Ukraina berupaya bergabung dengan NATO. Rusia juga menyatakan bahwa sebenarnya Rusia dan Ukraina adalah sama. Akibat perang yang terjadi, banyak publik yang menyoroti peperangan ini. Salah satunya adalah pengamat asal Indonesia, Dina Sulaeman seorang Pakar dari Jurusan Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran (Unpad). Bahkan, menurut Dina Sulaeman, keberanian masyarakat Indonesia untuk menentang hegemoni Amerika Serikat membuat Presiden Rusia Vladimir Putin kagum. “Ketika semua pemimpin dunia lainnya tetap diam tentang intervensi Amerika di seluruh dunia, Putin berdiri sendiri dalam oposisi yang kuat. Banyak dari kita bersyukur bahwa seseorang seperti dia ada,” kata Dina Sulaeman kepada SCMP, dikutip dari Pikiran Rakyat pada Rabu, 9 Maret 2022. Namun ada alasan lain menurut Dina Sulaeman mengapa umat Islam mendukung Rusia dala...

Presiden Rusia Vladimir Putin Keluarkan 3 Syarat Hentikan Invasi di Ukraina

Gambar
Jakarta, Kabartujuhsatu.news ,-Terhitung 11 hari telah berlalu sejak pertama kali Rusia melancarkan serangan untuk menginvasi Ukraina. Hampir selama itu pula, desakan untuk mengakhiri peperangan terus mengalir dari berbagai negara di seluruh dunia. Vladimir Putin, dalam panggilan teleponnya dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron beberapa waktu yang lalu, mengatakan bahwa Rusia siap bernegosiasi dengan perwakilan Ukraina dalam rangka mewujudkan perdamaian antara kedua negara. Dalam panggilan telepon tersebut pula, Putin mengajukan tiga syarat yang perlu dipenuhi oleh Ukraina sebagai solusi damai antara kedua negara. Tiga syarat yang diajukan oleh Putin tersebut yaitu: 1. Kedaulatan Rusia atas Semenanjung Krimea diakui . Semenanjung Krimea atau lebih dikenal sebagai Krimea merupakan sebuah daratan besar yang terletak di ujung timur Benua Eropa. Perselisihan Ukraina dan Rusia atas semenanjung ini telah berlangsung sejak tahun 2014. Ukraina menganggap Rusia melakukan pencaplokan paksa ata...

Begini Perlakuan Pasukan Ukraina Kepada Tentara Rusia Yang Ditangkap

Gambar
Tentara Rusia saat ditangkap oleh pasukan Ukraina di Kyif (Ist). Kyif (Ukraina), Kabartujuhsatu.news ,-Pasukan Ukraina menangkap tentara Rusia di Kiev. Mereka menjamunya dengan makanan dan teh bersama warga. Kemudian mereka diminta melakukan panggilan video dengan ibunya. Pihak Ukraina juga mengundang para ibu tentara-tentara Rusia untuk datang menjemput putra mereka. Dilansir dari Herald id, Kementerian pertahanan Ukraina mengatakan: “Sebuah keputusan telah diambil untuk menyerahkan pasukan Rusia yang ditangkap kepada ibu mereka jika mereka datang untuk menjemput mereka di Ukraina, di Kyiv”. Itu terjadi setelah Wakil Perdana Menteri Ukraina Iryna Vereshchuk meminta Palang Merah Internasional untuk membantu memulangkan mayat tentara Rusia. Pekan lalu, satu peleton tentara Rusia yang menyerah mengklaim bahwa mereka tidak sadar bahwa mereka telah dikirim untuk membunuh, menurut militer Ukraina. Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Kamis, komandan peleton dikatakan telah me...

Kekuatan Militer Rusia Akan Dihadang Kekuatan Rakyat Ukraina

Gambar
Oleh: Syafrudin Budiman, SIP (Ketua Umum DPP Partai UKM Indonesia). Kabartujuhsatu.news ,-Rusia sepertinya akan kewalahan menghadapi Perlawanan Rakyat Semesta Ukraina yang dipimpin Presiden Populis Volodymyr Oleksandrovych Zelensky. Pria kelahiran, 25 Januari 1978 (umur 44) di Kryvyi Rih, RSS Ukraina, Uni Soviet. Adapun Partai Politik  Volodymyr Zelensky sapaan akrabnya, bernama Partai "Sluha Narodu" (Hamba Rakyat) yang beraliran ideologi Pro-Eropanisme, Populisme, Liberalisme sosial, Demokrasi langsung, Anti-korupsi, Libertarianisme-minarchisme cabang dari Anarchisme Modern Mikhail A. Bakhunin. Kekuatan Populis dan Komunal Modern dari Presiden Ukraina membangkitkan semangat perjuangan rakyat negara Ukraina. Ada sekitar 45 juta penduduk dan ada 10 persen atau sekitar 5 juta penduduk sudah siap angkat senjata melawan Tentara Agresor Rusia. Jadi Rusia akan kesulitan dan dipastikan bisa rugi besar jika perang berlangsung lama, karena sebentar lagi musim dingin akan meningkat dal...

Rusia Wajibkan Handphone Menginstal Perangkat Lunak Rusia

Gambar
Hukum berlaku untuk semua perangkat yang diproduksi di negara itu mulai Kamis dan seterusnya. Perusahaan mengatakan akan menawarkan aplikasi dari pengembang Rusia kepada pengguna yang mengaktifkan ponsel tetapi semua aplikasi diperiksa untuk memastikan mereka memenuhi kebijakan privasi dan keamanan Apple sendiri, kata Reuters. Rusia, Kabartujuhsatu.news , – Rusia sekarang mewajibkan semua perangkat pintar – termasuk telepon, komputer, dan TV – di negara itu untuk menginstal perangkat lunak Rusia, yang oleh beberapa penduduk setempat disebut sebagai “undang-undang melawan Apple.” Hukum berlaku untuk semua perangkat yang diproduksi di negara itu mulai Kamis dan seterusnya. Reuters melaporkan bahwa Rusia memandangnya sebagai cara untuk membantu perusahaan perangkat lunak Rusia bersaing dengan perusahaan internasional. Outlet tersebut menambahkan bahwa hukum telah menjadi masalah bagi Apple dan kemudian dikenal sebagai “hukum melawan Apple. Tetapi Apple setuju bulan lalu untuk mengizinkan ...