Postingan

Menampilkan postingan dengan label Malili

Sungai Ussu Memerah, Tambak Sekarat: Siapa Bertanggung Jawab?

Gambar
Malili, Kabartujuhsatu.news , Dugaan pencemaran Sungai Ussu kian menunjukkan dampak serius dan meluas. Tidak hanya nelayan yang terdampak, kini giliran petani tambak di Desa Atue, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, yang menghadapi ancaman nyata terhadap keberlangsungan usaha mereka. Perubahan drastis warna air sungai menjadi keruh hingga merah kecokelatan bukan sekadar fenomena alam biasa. Bagi masyarakat yang menggantungkan hidup pada sumber daya air ini, kondisi tersebut menjadi alarm keras atas rusaknya keseimbangan lingkungan. Sungai Ussu selama ini menjadi urat nadi bagi sejumlah desa, termasuk Desa Atue. Airnya digunakan sebagai sumber utama sirkulasi tambak. Namun sejak kualitas air menurun, produktivitas petambak ikut tergerus. Seorang petambak berinisial SN mengungkapkan bahwa siklus panen kini mengalami kemunduran signifikan. Jika sebelumnya panen dapat dilakukan dalam waktu sekitar empat bulan, kini membutuhkan waktu hingga tujuh bulan. “Perubahannya sangat terasa....

Sungai Ussu Kembali Keruh, Nelayan Terancam Kehilangan Mata Pencaharian

Gambar
Malili, Luwu Timur, Kabartujuhsatu.news , Kondisi Sungai Ussu di Kabupaten Luwu Timur kembali menuai sorotan dari masyarakat. Air sungai yang sebelumnya sempat jernih kini berubah drastis menjadi keruh dengan warna merah kecokelatan. Perubahan ini memicu keresahan warga, khususnya para nelayan yang menggantungkan hidup dari sungai tersebut. Keluhan warga mencuat setelah beredarnya video yang memperlihatkan kondisi terkini Sungai Ussu. Dalam rekaman tersebut, seorang nelayan mengungkapkan kekecewaannya terhadap perubahan kondisi air yang terjadi secara tiba-tiba. “Bagaimana kita mau cari ikan kalau air sungai seperti ini. Sebelumnya jernih, pas kita mau turun ke laut tiba-tiba sudah keruh,” ujarnya dengan nada penuh kekhawatiran. Sungai Ussu bukan sekadar aliran air bagi masyarakat setempat. Sungai ini merupakan jalur utama nelayan menuju laut sekaligus sumber penghidupan sehari-hari. Keruhnya air sungai diduga kuat berdampak pada ekosistem perairan, termasuk menurunnya populasi ika...

Desakan Menguat, LHI Minta DPRD Hearing PT PUL: Dugaan Pelanggaran Lingkungan Harus Dibuka Terang

Gambar
Malili, Kabartujuhsatu.news, Desakan terhadap penanganan dugaan pencemaran lingkungan yang melibatkan PT Prima Utama Lestari (PT PUL) terus bergulir. Ketua Pelaksana Harian Lembaga Advokasi HAM Indonesia (LHI), Iskar, meminta DPRD Luwu Timur segera mengambil langkah konkret melalui rapat dengar pendapat (RDP). Iskar menyatakan pihaknya akan mendatangi DPRD Luwu Timur, khususnya Komisi III, pada Senin mendatang untuk mendorong pembahasan serius terkait dugaan pelanggaran lingkungan tersebut.  “Kami akan ke DPRD, khususnya Komisi III. Kami berharap ada respons atas laporan dan aspirasi masyarakat,” ujarnya. Sabtu (28/03/26). Menurutnya, DPRD memiliki fungsi pengawasan yang strategis dan perlu aktif merespons persoalan yang berdampak langsung terhadap masyarakat, terutama terkait lingkungan hidup di wilayah lingkar tambang. Ia menilai, salah satu langkah yang dapat ditempuh adalah menggelar hearing atau RDP dengan menghadirkan seluruh pihak terkait, termasuk perusahaan, pemerintah, pe...

Dugaan Limbah PT PUL Cemari Sungai Ussu, JAKAM Lutim Siapkan Konsolidasi Besar, Desak Audit dan Proses Hukum

Gambar
Malili, Kabartujuhsatu.news, Warga Desa Ussu, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, menggelar aksi demonstrasi pada Senin (23/03/2026) sebagai bentuk protes atas dugaan pencemaran Sungai Ussu yang berubah keruh kecokelatan hingga kehitaman, terutama saat hujan deras. Sungai yang selama ini menjadi sumber kehidupan masyarakat tersebut diduga tercemar akibat aktivitas pertambangan nikel oleh PT Prima Utama Lestari (PT PUL). Warga menilai kondisi ini telah berdampak pada tambak, kesehatan, serta mata pencaharian mereka. Dalam tuntutannya, massa aksi mendesak penghentian sementara aktivitas perusahaan serta meminta pertanggungjawaban atas dugaan kerusakan lingkungan. Mereka juga menyoroti lemahnya pengelolaan limbah, meningkatnya sedimentasi saat hujan, serta tidak optimalnya fungsi sediment pond dan reklamasi pascatambang. Perwakilan perusahaan sebelumnya menyatakan bahwa kekeruhan air dipengaruhi oleh curah hujan tinggi.  Namun, hal ini dibantah oleh tokoh masyarakat Anto Albadru y...

Tak Dapat Kejelasan Dari PT.Vale dan Lisi, Fokal Lutim Akan Gelar Aksi

Gambar
Malili, Kabartujuhsatu.news , Forum Komunikasi dan Advokasi Masyarakat Lingkar Tambang Luwu Timur (Fokal Lutim) Layangkan Surat Pemberitahuan Aksi Damai Kepolres Luwu Timur Cq Kasat Intelkam. Selasa (31/12/2024).  Adapun surat yang diterima oleh tim redaksi dengan nomor 025/FOKAL LUTIM/XII/2024 tertanggal 31 Desember 2024 pemberitahuan aksi dengan isi sebagai berikut. Dengan adanya aktifitas Projet Pengerukan Sungai Malili milik PT.Vale Indonesia yang saat ini sedang berjalan dikerjakan oleh PT.Lizi yang merupakan  Vendor dari PT.Vale Indonesia dimana dampak dari aktifitas pekerjaan pengerukan sungai malili tersebut mengancam hilangnya sumber kehidupan dan kurangnya pendapatan bagi para nelayan tradisional yang mencari ikan di sepanjang muara sungai malili Serta tidak jelasnya tindak lanjut pertemuan masyarakat nelayan bersama pihak External PT.Vale, dan Management PT Lisi yang dihadiri oleh Pemerintah Kecamatan Malili di aula kantor Kecamatan Malili tanggal 23 Des...