Soppeng, Kabartujuhsatu.news,– Suasana duka mendalam menyelimuti Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan. Ribuan warga dari berbagai kalangan memadati rumah duka hingga jalanan sekitar untuk mengantar kepergian tokoh kharismatik Andi Akbar Singke yang akrab disapa Pung Cambang, Selasa (28/4/2026).
Kepergian sosok yang dikenal humanis dan sederhana ini menjadi kehilangan besar bagi masyarakat.
Almarhum mengembuskan napas terakhir pada Senin, 27 April 2026, pukul 11.50 WITA di RSUD Latemmamala Soppeng setelah menjalani perawatan intensif selama satu pekan.
Jenazah kemudian disemayamkan di rumah duka di Lajoa, Kelurahan Jennae, sebelum dimakamkan di Appalaringengnge, Cangadi, Kabupaten Soppeng.
Sejak pagi hari, pelayat terus berdatangan silih berganti. Tidak hanya dari wilayah Soppeng, warga dari Kabupaten Wajo dan sejumlah daerah lain di Sulawesi Selatan juga turut hadir memberikan penghormatan terakhir.
Kerumunan massa memenuhi halaman rumah hingga meluber ke badan jalan, menciptakan suasana haru yang begitu terasa.
Mayoritas pelayat mengenakan pakaian berwarna gelap sebagai simbol duka cita. Karangan bunga dari berbagai instansi, organisasi, hingga perorangan berjajar rapi di sekitar lokasi.
Isak tangis keluarga dan kerabat sesekali pecah, sementara para pelayat lainnya tampak khidmat mendoakan almarhum.
Pung Cambang dikenal luas sebagai tokoh masyarakat yang memiliki kepedulian sosial tinggi. Ia memiliki perjalanan politik yang panjang dan berpengaruh.
Almarhum pernah menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Soppeng selama dua periode dari Partai Golkar.
Karier politiknya berlanjut dengan menjadi anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Partai NasDem.
Tak hanya aktif di dunia politik, almarhum juga dikenal terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Sosoknya dianggap sebagai figur yang dituakan dan menjadi panutan banyak orang karena sikapnya yang santun, bijaksana, dan mudah membantu masyarakat.
Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, dalam sambutannya saat pelepasan jenazah menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian almarhum.
Ia menyebut Pung Cambang sebagai tokoh yang memiliki peran besar dalam pembangunan daerah dan kehidupan sosial masyarakat.
"Almarhum adalah sosok yang tau malabo na mabessa, santun, bijaksana, dan selalu menjadi panutan. Jasa serta pengabdiannya untuk daerah akan selalu kita kenang," ujarnya di hadapan ribuan pelayat.
Ucapan belasungkawa juga datang dari berbagai tokoh pemerintahan, politisi, serta masyarakat umum. Mereka mengenang almarhum sebagai pribadi yang rendah hati dan memiliki hati yang luas untuk membantu sesama.
Prosesi pemakaman berlangsung khidmat. Setelah salat jenazah dilaksanakan secara berjamaah, peti jenazah kemudian diangkat menuju lokasi pemakaman.
Ribuan pelayat berjalan beriringan mengantar almarhum, menciptakan pemandangan yang mengharukan.
Doa-doa terus terlantun sepanjang perjalanan. Para pelayat berharap agar Allah SWT menerima amal ibadah almarhum, mengampuni dosa-dosanya, serta memberikan tempat terbaik di sisi-Nya.
Keluarga yang ditinggalkan pun diharapkan diberi ketabahan dalam menghadapi cobaan tersebut.
Kepergian Pung Cambang meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Soppeng. Sosoknya yang dikenal kharismatik, humanis, dan penuh dedikasi kini tinggal kenangan.
Namun, jejak pengabdian serta kebaikannya diyakini akan terus hidup di hati masyarakat dan menjadi teladan bagi generasi berikutnya.
(Red)







