Postingan

Menampilkan postingan dengan label Morowali

Panas! Warga Lingkar Industri Morowali Bersatu, Tolak Hasil Konsultasi AMDAL BTIIG–IHIP: Aksi Besar 28 April Siap Digelar

Gambar
Konsultasi publik digelar jauh dari lokasi terdampak, warga sebut tidak transparan. Tujuh tuntutan dilayangkan, termasuk prioritas tenaga kerja lokal.  Morowali, Kabartujuhsatu.news , Gelombang penolakan terhadap hasil konsultasi publik Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) proyek PT Baoshuo Taman Industry Investment Group (BTIIG) di kawasan PT Indonesia Huabao Industrial Park (IHIP) terus memanas. Minggu (26/4/2026). Kali ini suara keras datang dari tokoh pemuda Morowali asal Desa Uedago, Kecamatan Bungku Barat, Albar, yang menyatakan keresahan masyarakat sudah berada pada titik puncak. Menurutnya, masyarakat lingkar industri merasa hak-hak mereka tidak diakomodasi dalam proses konsultasi publik yang digelar beberapa waktu lalu. Situasi ini mendorong tokoh pemuda, tokoh masyarakat, dan warga terdampak membentuk Aliansi Masyarakat Lingkar Industri untuk melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran. “Aksi ini lahir dari kegelisahan masyarakat. Banyak hak yang terabaikan. Karen...

VIRAL! Konsultasi Publik AMDAL Digelar di Makassar, Tokoh Pemuda Morowali Tuding Ada Manipulasi Informasi: “Libatkan Kami atau Hentikan!”

Gambar
Morowali, Kabartujuhsatu.news , Rencana kegiatan konsultasi publik Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) PT Baoshuo Taman Industry Investment Group (BTIIG) di kawasan industri PT Indonesia Huabao Industrial Park (IHIP) Topogaro, Morowali, menuai polemik. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat, 24 April 2026, itu kini disorot tajam oleh tokoh pemuda Morowali, Wazir Muhaimin. Sorotan tersebut muncul setelah adanya dugaan inkonsistensi informasi yang disampaikan kepada masyarakat desa lingkar kawasan industri. Wazir menilai ada perbedaan mencolok antara surat undangan resmi dengan penjelasan yang beredar melalui pesan WhatsApp dari pihak perusahaan. “Kami melihat ada ketidakterbukaan sejak awal. Ini bukan persoalan teknis biasa, tetapi menyangkut hak masyarakat untuk terlibat dalam proses konsultasi publik AMDAL,” tegas Wazir kepada wartawan, Kamis (23/4/2026). Menurutnya, dalam surat undangan resmi disebutkan bahwa kegiatan pada 24 April merupakan k...

Janji Tinggal Janji, Sengketa Lahan di Kawasan Industri Morowali Berlarut, Ahli Waris Blokade Akses Perusahaan

Gambar
Morowali, Kabartujuhsatu.news , Konflik agraria kembali mencuat di kawasan industri raksasa di Morowali. Kali ini, sengketa lahan yang tak kunjung diselesaikan oleh pihak perusahaan memicu aksi pemalangan jalan oleh ahli waris pemilik lahan di Desa Ambunu, Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Aksi tersebut dilakukan pada Minggu (29/3/2026) sekitar pukul 09.00 WITA oleh rumpun keluarga ahli waris almarhum Husaeni. Mereka memblokade akses di sekitar jembatan flyover yang kini berdiri di dalam kawasan industri milik PT Indonesia Huabao Industrial Park. Langkah ini bukan tanpa alasan. Keluarga ahli waris menilai pihak perusahaan, termasuk PT Baoshuo Taman Industry Investment Group, telah mengabaikan kewajiban penyelesaian hak atas lahan yang hingga kini masih berstatus milik sah mereka. Rahman, perwakilan keluarga ahli waris, menegaskan bahwa lahan seluas 10.320 meter persegi yang disengketakan memiliki dasar hukum kuat berupa Sertifikat Hak Milik (SHM). “Laha...

Aktivis Lingkungan Morowali Arlan Dahrin Ditangkap Paksa Polisi, Diduga Sarat Kepentingan Korporasi

Gambar
Morowali, Sulawesi Tengah, Kabartujuhsatu.news , Penangkapan paksa terhadap Arlan Dahrin, seorang aktivis lingkungan yang selama ini dikenal aktif mengawal aspirasi masyarakat pesisir Morowali, memicu gelombang protes dan kemarahan warga. Penangkapan tersebut terjadi pada Sabtu malam sekitar pukul 18.15 WITA dan diduga kuat berkaitan dengan konflik kepentingan perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah tersebut. Sekitar 20 anggota kepolisian dari Polres Morowali dilaporkan melakukan penangkapan paksa terhadap Arlan Dahrin di Desa Torete, Kecamatan Bungku Pesisir. Saat kejadian, Arlan tengah mendampingi masyarakat yang memperjuangkan hak atas lahan di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) milik PT Raihan Catur Putra (RCP). Seorang saksi mata bernama Udin menuturkan, penangkapan berlangsung secara tiba-tiba dan disertai tekanan. “Kami sedang mengawal aspirasi warga terkait konflik lahan. Tiba-tiba sekitar 20-an polisi datang dan langsung menangkap Arlan. Kami diminta tidak berge...

Kapolri Bongkar Penyebab Bentrok Maut WNI-WNA di PT GNI Morowali

Gambar
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo . Jakarta, Kabartujuhsatu.news, - Presiden Joko Widodo meminta kepolisian untuk mengungkap secara jelas dan terbuka atas peristiwa bentrok yang terjadi di PT Gunbuster Nickel Industry (GNI), Morowali Utara, Provinsi Sulawesi Tengah. Selain itu, Presiden juga meminta agar para pelaku dapat ditindak secara tegas. Demikian disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam keterangannya di Kantor Presiden, Jakarta, pada Senin, 16 Januari 2023 yang disiarkan secara langsung dalam kanal YouTube Sekretariat Presiden. “Bapak Presiden, yang jelas beliau memerintahkan kepada kepolisian untuk menindak tegas terhadap para pelaku tindak pidana, kepada para pelaku pengrusakan, dan para pelaku pelanggar hukum. (Presiden meminta kepolisian) mengungkap ini seterang-terangnya dan juga menjaga, serta mengawal agar seluruh kegiatan operasional yang dilaksanakan oleh perusahaan kembali bisa berjalan,” ujar Kapolri. Hingga saat ini, Kapolri menjelaskan bahwa pihak...

Rusuh, Bentrokan Terjadi di Area Smelter PT GNI Morowali 3 Orang Tewas 1 WNA, Polisi Ungkap Kronologis

Gambar
Morowali, Sulteng, Kabartujuhsatu.news ,- Bentrokan yang terjadi di area smelter PT Gunbuster Nickel Industri (GNI) menyebabkan dua pekerja lokal dan satu tenaga kerja asing (TKA) tewas akibat kerusuhan di wilayah Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah (Sulteng), Sabtu (14/1/2023) malam. Selain 3 orang tewas, tiga orang pekerja juga dilaporkan mengalami luka-luka imbas bentrokan tersebut. Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Didik menuturkan terkait kronologi bentrokan yang diduga dipicu karena pihak keamanan perusahaan menahan sekitar 500 pekerja masuk ke dalam pos 4 pabrik smelter milik PT GNI. Ratusan pekerja tersebut sebelumnya melakukan aksi mogok kerja usai tujuh dari delapan tuntutan mereka belum disetujui oleh pihak perusahaan. “Karena dihalangi masuk sehingga ratusan pekerja itu melempari dan merusak kantor security, tutur Kombespol Didik. "Kemudian mereka menerobos masuk di pos 4 lalu menuju ke mes karyawan dan membakar sebuah mes karyawan hingga rata dengan ta...