Mengurai Luka Politik Soppeng, Rekonsiliasi adalah Jalan Maju
Oleh Herwan, SH, M. Si Pilkada Soppeng telah berakhir secara formal, tetapi gema emosionalnya masih terasa dalam denyut sosial masyarakat. Dalam pesta demokrasi lokal ini, kemenangan adalah keniscayaan bagi satu pihak, dan kekalahan adalah realitas pahit bagi pihak lain. Namun yang lebih penting dari sekadar siapa yang menang atau kalah adalah bagaimana masyarakat Soppeng bersikap setelah pemilu usai. Kita harus jujur mengakui, Pilkada bukan hanya menciptakan pemimpin baru, tetapi juga potensi luka-luka sosial yang mendalam. Polarisasi antar pendukung yang menjalar hingga ke dalam lingkungan keluarga dan komunitas menjadi bukti bahwa kita masih belajar dewasa dalam berdemokrasi. Dalam ruang publik maupun ruang digital, konflik verbal dan prasangka politik kerap melampaui batas nalar sehat. Ini adalah bahaya laten yang tak boleh dibiarkan tumbuh liar. Pemimpin terpilih kini memegang tanggung jawab moral yang lebih besar dari sekadar mengelola pemerintahan, mereka harus menjadi jembatan...