Soppeng, Kabartujuhsatu.news, – Keberadaan sejumlah pengemis yang kerap beraktivitas di beberapa persimpangan lampu lalu lintas di Kota Watansoppeng belakangan ini menjadi sorotan warga. Aktivitas mereka dinilai semakin marak dan bahkan disebut-sebut bukan berasal dari Kabupaten Soppeng, sehingga menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
Beberapa warga mengaku sering melihat orang yang sama berpindah dari satu traffic light ke traffic light lainnya. Mereka beroperasi pada jam-jam ramai, terutama pagi dan sore hari, saat arus kendaraan padat. Kondisi ini pun memicu kekhawatiran, baik dari sisi ketertiban kota maupun keselamatan pengguna jalan.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, membenarkan bahwa pihak pemerintah daerah telah menerima laporan terkait maraknya pengemis dan anak jalanan di sejumlah titik strategis di Watansoppeng.
Menurutnya, Dinas Sosial Kabupaten Soppeng bersama Satpol PP telah melakukan penjangkauan langsung terhadap para pengemis yang beraktivitas di persimpangan lampu lalu lintas.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban umum sekaligus memastikan penanganan sosial yang tepat.
“Sudah dilakukan penjangkauan oleh Dinas Sosial bersama Satpol PP. Setelah didata, fakta yang ditemukan menunjukkan bahwa yang bersangkutan merupakan warga dari Kabupaten Pangkep,” ungkap Wabup saat dikonfirmasi, Jumat (24/4/2026).
Ia menjelaskan bahwa setelah dilakukan pendataan dan koordinasi, para pengemis tersebut kemudian diarahkan untuk kembali ke daerah asalnya.
Pemerintah daerah, kata dia, tidak ingin keberadaan pengemis dari luar daerah terus bertambah dan berpotensi menimbulkan masalah sosial baru.
Langkah ini juga dilakukan sebagai bentuk penanganan humanis. Pemerintah tidak serta-merta melakukan penertiban tanpa solusi, melainkan memastikan mereka mendapat arahan dan dikembalikan ke wilayah asal agar dapat ditangani oleh pemerintah setempat.
Sementara itu, sejumlah warga Watansoppeng mengaku lega dengan adanya tindakan dari pemerintah daerah. Mereka berharap kondisi persimpangan lampu lalu lintas kembali tertib dan tidak lagi dipenuhi pengemis yang dianggap mengganggu arus kendaraan.
“Kadang mereka sampai mendekati kendaraan saat lampu merah. Selain kasihan, juga khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan,” ujar salah seorang warga.
Pemerintah Kabupaten Soppeng juga mengimbau masyarakat untuk tidak memberikan uang di jalanan, karena hal tersebut dinilai dapat memicu bertambahnya pengemis dari luar daerah.
Warga diminta menyalurkan bantuan melalui lembaga resmi atau program sosial pemerintah.
Pemkab Soppeng memastikan akan terus melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan, termasuk di persimpangan traffic light yang selama ini menjadi lokasi aktivitas para pengemis dan anak jalanan.
Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap ketertiban kota tetap terjaga, sekaligus memastikan penanganan masalah sosial dilakukan secara terarah dan berkelanjutan.
(Red)







