Gempar, Warga Desa Leworeng Ketahuan Hal Ini Soal KTP dan KK, Mahasiswa Unipol Bongkar Fakta yang Bikin Syok ! -->
  • Jelajahi

    Copyright © kabartujuhsatu.news
    Best Viral Premium Blogger Templates

     


    Daftar Blog Saya

    Gempar, Warga Desa Leworeng Ketahuan Hal Ini Soal KTP dan KK, Mahasiswa Unipol Bongkar Fakta yang Bikin Syok !

    Kabartujuhsatu
    Kamis, 16 April 2026, April 16, 2026 WIB Last Updated 2026-04-18T04:46:03Z
    masukkan script iklan disini


    Soppeng, Kabartujuhsatu.news,– Suasana malam di Desa Leworeng, Kabupaten Soppeng mendadak berubah drastis saat ratusan warga berkumpul dalam kegiatan KKN Tematik UNIPOL Soppeng Posko XVI. Yang awalnya terlihat seperti penyuluhan biasa, justru berubah jadi momen “membuka mata” yang bikin warga terdiam saat fakta penting soal dokumen kependudukan diungkap satu per satu.


    Kegiatan yang digelar pada Kamis malam, 16 April 2026 itu mengangkat tema “Pentingnya Kepemilikan Dokumen Kependudukan bagi Warga Negara”, dan menghadirkan langsung narasumber dari Disdukcapil Kabupaten Soppeng, Asriadi, A.Ma., S.Sos.


    Namun yang membuat suasana semakin tegang, materi yang disampaikan ternyata menyentuh hal-hal yang selama ini banyak diabaikan warga.


    Dalam pemaparannya, pihak Disdukcapil menegaskan bahwa dokumen seperti KTP elektronik, KK, hingga akta kelahiran bukan sekadar formalitas, melainkan kunci utama akses seluruh layanan negara.


    Fakta mengejutkan mulai terungkap ketika dijelaskan bahwa masih banyak masyarakat yang belum tertib administrasi, bahkan ada yang datanya tidak sesuai atau belum diperbarui.


    “Ini bukan hal sepele. Kalau data tidak benar, bisa berdampak ke banyak layanan,” tegas narasumber.


    Suasana semakin riuh ketika dibahas aturan dari Permendagri Nomor 73 Tahun 2022.


    Aturan ini menyebutkan:


    Nama minimal 2 kata
    Maksimal 60 karakter
    Tidak boleh disingkat
    Harus mudah dibaca


    Banyak warga yang terlihat kaget dan langsung berdiskusi karena baru mengetahui aturan tersebut bisa berdampak pada dokumen mereka.


    Dalam penjelasan lanjutan, warga dibuat terdiam saat dijelaskan bahwa data kependudukan digunakan untuk banyak hal penting seperti Bantuan sosial, BPJS Kesehatan & Ketenagakerjaan, Pendidikan, Perbankan, Pajak dan SIM.


    Artinya, satu kesalahan kecil pada data bisa berdampak besar pada akses layanan publik.


    Tak hanya itu, Disdukcapil juga memaparkan sistem terbaru berbasis digital melalui SIAK dan Identitas Kependudukan Digital (IKD).


    Kini, KTP tidak hanya berbentuk fisik, tetapi juga bisa diakses lewat smartphone.


    “Ini masa depan administrasi kependudukan Indonesia,” ujar narasumber.


    Kepala Desa Leworeng, Rusdi, S.Sos, mengaku terkejut sekaligus bangga atas antusias warga dalam kegiatan tersebut.


    Ia menilai penyuluhan ini sangat penting karena banyak masyarakat yang sebelumnya belum memahami betapa krusialnya dokumen kependudukan.


    “Ini bukan sekadar sosialisasi, tapi benar-benar membuka wawasan warga,” ungkapnya.


    Penanggung jawab kegiatan, Ayu Alfira bersama Nur Inayatul Aini, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian nyata mahasiswa kepada masyarakat Desa.


    Mereka juga mengaku tidak menyangka antusiasme warga begitu tinggi hingga diskusi berlangsung sangat aktif.


    Setelah kegiatan berakhir, sejumlah warga dikabarkan langsung ingin mengecek kembali data kependudukan mereka ke perangkat Desa.


    Banyak yang mengaku baru menyadari pentingnya pembaruan data agar tidak bermasalah di kemudian hari.


    Kegiatan KKN UNIPOL Soppeng ini bukan sekadar penyuluhan biasa, tetapi berubah menjadi momen “wake up call” besar bagi warga Desa Leworeng tentang pentingnya identitas resmi sebagai warga negara.


    Dan yang paling mengejutkan, masih banyak warga yang ternyata belum sadar kalau data mereka bisa berdampak ke semua layanan penting kehidupan sehari-hari.


    (Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini