Kapolres Soppeng Beri Pesan Keras ke Siswa Latja, Soal Gaya Hidup hingga Medsos Jadi Sorotan: “Jangan Sampai Karier Hancur!”


Soppeng, Kabartujuhsatu.news,– Suasana Aula Tantya Sudhirajati Mapolres Soppeng, Rabu (29/4/2026), mendadak hening saat Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K. menyampaikan arahan tegas kepada siswa Latihan Kerja (Latja) Diktukba Polri Angkatan 54 Tahun Anggaran 2026.

Dalam arahannya, Kapolres menyoroti sejumlah hal krusial yang dinilai dapat menentukan masa depan para calon anggota Polri, mulai dari sikap saat bertugas, penggunaan kekuatan, hingga gaya hidup di media sosial.

Kapolres menekankan bahwa menjadi anggota Polri bukan sekadar mengenakan seragam, tetapi juga membawa tanggung jawab besar di tengah masyarakat.

Ia mengingatkan agar para siswa mengedepankan sikap humanis dan menghindari perilaku arogan saat menjalankan tugas.

“Polisi harus hadir sebagai pelindung dan pengayom. Jangan sampai masyarakat merasa takut hanya karena sikap kita yang tidak bijak,” tegasnya di hadapan para peserta Latja.

Tak hanya itu, Kapolres juga mengingatkan bahwa penggunaan kekuatan, termasuk senjata, tidak boleh dilakukan sembarangan.

Menurutnya, tindakan tersebut hanya diperbolehkan dalam kondisi tertentu ketika terdapat ancaman nyata terhadap keselamatan jiwa petugas maupun masyarakat.

Pesan lain yang tak kalah tegas adalah soal gaya hidup. Kapolres mengingatkan agar para siswa tidak terjebak dalam kehidupan yang berlebihan setelah menjadi anggota Polri.

Ia bahkan menyoroti kebiasaan memamerkan kehidupan pribadi di media sosial yang dinilai bisa menimbulkan persepsi negatif.

“Gaji anggota Polri cukup kalau dikelola dengan baik. Jangan memaksakan diri bergaya hidup mewah. Hidup sederhana itu lebih aman untuk masa depan,” ujarnya.

Kapolres juga menyinggung bahaya perilaku menyimpang yang sering kali berawal dari rasa penasaran. Ia secara tegas mengingatkan agar seluruh siswa menjauhi perjudian, penyalahgunaan narkoba, hingga pergaulan bebas yang dapat merusak karier.

Menurutnya, banyak pelanggaran berat diawali dari kebiasaan kecil yang dianggap sepele. Namun jika dibiarkan, hal tersebut dapat berujung pada masalah finansial, pelanggaran disiplin, hingga pemecatan.

Dalam kesempatan itu, Kapolres juga menegaskan bahwa setiap tindakan anggota Polri tidak hanya berdampak pada diri sendiri, tetapi juga pada institusi dan pimpinan. Oleh karena itu, ia meminta seluruh siswa menjaga sikap dan perilaku sejak dini.

Ia juga memberikan apresiasi kepada anggota yang selama ini telah bekerja dengan baik serta menjaga integritas. Kapolres berharap para siswa Latja dapat mencontoh hal tersebut dan menjadikannya sebagai motivasi dalam menjalankan tugas.

Di akhir arahannya, Kapolres menyampaikan pesan yang cukup menyentuh kepada para siswa. Ia mengingatkan bahwa tidak semua orang mendapat kesempatan menjadi anggota Polri.

“Menjadi anggota Polri bukan hal mudah. Dari sekian banyak, kalian yang terpilih. Maka lakukan yang terbaik, jaga sikap, dan yang paling penting jaga ibadah,” pesannya.

Melalui arahan tersebut, diharapkan para siswa Latja Diktukba Polri mampu memahami nilai-nilai dasar kepolisian yang profesional, berintegritas, serta mampu membedakan hal yang baik dan buruk.

Pesan tegas Kapolres ini pun menjadi pengingat bahwa masa depan karier seorang anggota Polri sangat ditentukan oleh sikap dan pilihan mereka sejak awal.

(Red)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kabar MENGHARUKAN! Bupati Soppeng Suwardi Haseng Datang Langsung Menjenguk Pung Cambang, Begini Kondisinya Sekarang

Tokoh Kharismatik Berpulang Selamanya, Bupati dan Ribuan Warga Tumpah Ruah Antar Pung Cambang ke Peristirahatan Terakhir

TERKUAK! Rekonstruksi Kasus Pembunuhan di Wisma Umega Soppeng, Tersangka Sempat Santai Merokok Usai Habisi Korban