Direktur Pascasarjana Unipol, Dr Nurmal Idrus, SE, MM (ist).
Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Soppeng pada triwulan pertama tahun 2026 menunjukkan capaian yang sangat menggembirakan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), daerah yang dikenal dengan sebutan Bumi Latemmamala tersebut berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 9,39 persen. Angka ini menjadi salah satu indikator kuat bahwa aktivitas ekonomi masyarakat terus bergerak dinamis dan mengalami peningkatan di berbagai sektor strategis.
Capaian tersebut mendapat apresiasi dari kalangan akademisi. Dosen Ekonomi sekaligus Direktur Pascasarjana Universitas Lamappapoleonro, Dr. Nurmal Idrus, menilai bahwa tingginya pertumbuhan ekonomi yang diraih Kabupaten Soppeng merupakan hasil dari kerja kolektif berbagai sektor yang selama ini menjadi penggerak utama perekonomian daerah.
Menurutnya, keberhasilan sektor pertanian, khususnya panen raya yang berlangsung di sejumlah wilayah, menjadi salah satu faktor dominan yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Produksi gabah yang meningkat disertai tingkat serapan hasil panen yang baik telah memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan pendapatan petani dan perputaran uang di tengah masyarakat.
“Ketika petani memperoleh hasil panen yang maksimal dan gabah mereka terserap dengan baik oleh pasar maupun mitra penyerap, maka pendapatan masyarakat meningkat. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh petani, tetapi juga menyebar ke berbagai sektor lain seperti perdagangan, jasa, transportasi, hingga usaha-usaha kecil yang ada di sekitar mereka,” ujar Nurmal Idrus, Rabu (10/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa sektor pertanian hingga saat ini masih menjadi tulang punggung ekonomi Kabupaten Soppeng. Oleh karena itu, setiap peningkatan produktivitas pertanian akan menghasilkan efek berganda atau multiplier effect yang mampu menggerakkan roda ekonomi secara lebih luas.
Menurutnya, keberhasilan panen raya bukan sekadar meningkatkan produksi pangan, tetapi juga menciptakan daya beli masyarakat yang lebih baik. Ketika pendapatan petani meningkat, kebutuhan konsumsi rumah tangga juga bertambah sehingga aktivitas ekonomi di berbagai sektor ikut terdorong.
“Pertanian memiliki peran yang sangat strategis. Ketika sektor ini tumbuh, maka dampaknya akan dirasakan hampir di semua lini ekonomi masyarakat. Inilah yang menjadi salah satu kekuatan utama ekonomi Soppeng selama ini,” katanya.
Selain sektor pertanian, Dr. Nurmal Idrus juga menyoroti perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dinilainya semakin menunjukkan peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi riil daerah. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai usaha baru terus bermunculan dan berkembang di Kabupaten Soppeng.
Mulai dari usaha kuliner, perdagangan, jasa, hingga bisnis kreatif yang banyak digeluti oleh generasi muda, semuanya memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat. Fenomena ini dinilai sebagai tanda bahwa semangat kewirausahaan masyarakat Soppeng semakin meningkat dari tahun ke tahun.
Salah satu indikator yang mudah terlihat adalah semakin banyaknya kafe dan warung kopi yang hadir di berbagai wilayah, baik di pusat kota maupun di sejumlah kecamatan. Kehadiran usaha-usaha tersebut bukan hanya menjadi tempat berkumpul masyarakat, tetapi juga membuka peluang kerja baru dan menciptakan ruang perputaran ekonomi yang lebih luas.
“UMKM memiliki kontribusi yang sangat besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Kita bisa melihat bagaimana kafe, warung kopi, dan berbagai usaha kecil lainnya berkembang cukup pesat. Ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat masih terjaga sekaligus menggambarkan meningkatnya minat masyarakat untuk berwirausaha,” jelasnya.
Lebih lanjut, Nurmal Idrus menilai bahwa sinergi antara sektor pertanian dan UMKM merupakan kombinasi yang sangat ideal dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah. Pendapatan yang diperoleh petani dari hasil panen akan kembali berputar melalui aktivitas konsumsi dan perdagangan yang sebagian besar dijalankan oleh pelaku UMKM.
Hubungan yang saling menguatkan antara kedua sektor tersebut dinilai menjadi salah satu alasan mengapa ekonomi Kabupaten Soppeng mampu tumbuh secara signifikan pada awal tahun 2026. Dengan kondisi tersebut, peluang untuk mempertahankan tren pertumbuhan ekonomi yang positif masih terbuka lebar.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan tersebut perlu terus dijaga melalui berbagai kebijakan yang mendukung sektor produktif. Pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat infrastruktur pendukung pertanian, memperluas akses pembiayaan bagi petani dan pelaku UMKM, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing di tengah perkembangan ekonomi yang semakin dinamis.
Menurutnya, pembangunan ekonomi yang berkelanjutan harus dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat itu sendiri.
“Pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus menjadi momentum untuk memperkuat sektor-sektor produktif. Kita perlu memastikan bahwa manfaat pertumbuhan ini benar-benar dirasakan oleh masyarakat melalui peningkatan pendapatan, kesempatan kerja, dan kesejahteraan yang lebih baik,” ujarnya.
Dengan capaian pertumbuhan ekonomi sebesar 9,39 persen pada triwulan pertama tahun 2026, Kabupaten Soppeng dinilai berada pada jalur yang positif menuju penguatan ekonomi daerah. Keberhasilan panen raya, tingginya serapan gabah, serta semakin berkembangnya UMKM hingga ke pelosok wilayah menjadi indikator bahwa aktivitas ekonomi masyarakat terus bergerak dan berkembang.
“Panen raya yang sukses, serapan gabah yang baik, dan tumbuhnya UMKM hingga ke pelosok menjadi bukti bahwa ekonomi Soppeng sedang bergerak ke arah yang positif. Jika kondisi ini terus dijaga dan diperkuat, maka peluang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat akan semakin besar,” tutup Dr. Nurmal Idrus.
(Red)
