Soppeng, Kabartujuhsatu.news,– Pemandangan menarik tersaji dalam Malam Gebyar Monas yang berlangsung di Kabupaten Soppeng, Sabtu (6/6/2026) malam. Dua tokoh yang pernah berhadapan dalam kontestasi Pilkada Soppeng 2024, yakni Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, SE dan Ketua DPC PDIP Soppeng A. Mapparemma, SE tampil kompak di hadapan ribuan masyarakat yang memadati lokasi acara.
Kehadiran keduanya dalam satu panggung menjadi perhatian tersendiri. Tidak hanya duduk berdampingan, Suwardi Haseng dan A. Mapparemma tampak berbincang santai dan penuh keakraban sepanjang kegiatan berlangsung. Bahkan, dalam beberapa kesempatan keduanya terlihat bersama-sama menyapa masyarakat dan mengangkat tangan sebagai simbol kebersamaan.
Momen tersebut sontak mendapat sambutan hangat dari warga yang hadir. Tepuk tangan dan sorakan masyarakat mengiringi kebersamaan kedua tokoh yang sebelumnya menjadi rival politik dalam pemilihan kepala daerah.
Bagi sebagian masyarakat, pemandangan tersebut bukan sekadar simbolis. Kebersamaan yang ditunjukkan Suwardi Haseng dan A. Mapparemma dinilai menjadi gambaran bahwa perbedaan pilihan politik tidak harus berakhir dengan perpecahan. Sebaliknya, setelah kompetisi demokrasi usai, seluruh elemen masyarakat dan tokoh daerah dapat kembali bersatu untuk kepentingan pembangunan daerah.
Kebersamaan kedua tokoh tersebut menjadi salah satu sorotan utama dalam rangkaian kegiatan Monas Jelajah Soppeng yang digelar sejak pagi hingga malam hari.
Acara tersebut menghadirkan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat, mulai dari hiburan rakyat, pembagian door prize, pameran UMKM, hingga promosi destinasi wisata dan budaya lokal yang menjadi kebanggaan Kabupaten Soppeng.
Meski bukan kali pertama Suwardi Haseng dan A. Mapparemma tampil bersama pasca-Pilkada 2024, setiap momen kebersamaan keduanya selalu menarik perhatian publik. Sebelumnya, keduanya juga terlihat dalam sejumlah kegiatan penting, mulai dari acara syukuran pasca-Pilkada, peringatan satu tahun kepemimpinan Suwardi Haseng, hingga kegiatan Ikatan Alumni (IKA) SMP Muhammadiyah.
Kedekatan yang mulai terlihat dalam berbagai kesempatan tersebut dianggap sebagai sinyal positif bagi stabilitas politik dan pembangunan daerah. Banyak kalangan menilai bahwa rekonsiliasi politik yang terbangun di tingkat elite akan memberikan dampak positif terhadap suasana sosial masyarakat.
Dalam suasana penuh keakraban di Malam Gebyar Monas, Suwardi Haseng dan A. Mapparemma juga terlihat berdiskusi mengenai berbagai isu pembangunan daerah. Meski isi pembicaraan tidak diketahui secara pasti, sejumlah warga yang menyaksikan menilai komunikasi yang terjalin di antara keduanya menjadi harapan baru bagi terciptanya kolaborasi yang lebih luas demi kemajuan Kabupaten Soppeng.
“Ini yang masyarakat harapkan. Pilkada sudah selesai, sekarang semua tokoh harus bersatu membangun daerah. Kalau pemimpinnya rukun, masyarakat juga akan merasa tenang,” ujar salah seorang warga yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Sementara itu, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada PT Monas yang telah menggagas dan menyelenggarakan kegiatan Monas Jelajah Soppeng.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan berbagai potensi daerah kepada masyarakat luas.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya berbagi kebahagiaan bersama masyarakat, tetapi juga mempromosikan keindahan alam, budaya, dan berbagai potensi yang dimiliki Kabupaten Soppeng,” ujar Suwardi Haseng.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan karena mampu menghadirkan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekaligus menjadi media promosi daerah.
Malam Gebyar Monas sendiri berlangsung meriah hingga akhir acara. Ribuan warga tampak antusias mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang telah disiapkan panitia. Selain hiburan dan hadiah yang dibagikan, acara tersebut juga menghadirkan pesan penting tentang persatuan, kebersamaan, dan kolaborasi.
Di tengah dinamika politik yang pernah terjadi, kebersamaan Suwardi Haseng dan A. Mapparemma menjadi pesan kuat bahwa pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan semua pihak. Perbedaan yang pernah terjadi dalam kontestasi politik kini berubah menjadi semangat bersama untuk membawa Kabupaten Soppeng menuju masa depan yang lebih baik.
Bagi masyarakat yang hadir, momen itu menjadi bukti bahwa demokrasi tidak hanya soal kompetisi untuk meraih kemenangan, tetapi juga tentang kemampuan untuk kembali bersatu setelah perbedaan pilihan. Dan di panggung Malam Gebyar Monas Soppeng, pesan itu terlihat jelas melalui kebersamaan dua tokoh yang pernah menjadi rival, namun kini berdiri bersama demi kemajuan daerah.
(Red)
