Medan, Kabartujuhsatu.news, Puluhan emak-emak warga Perwira II, Lingkungan IX, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Camat Medan Timur, Jalan HM Said, Kota Medan, Jumat (6/3/2026) pagi.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap pengangkatan M Salim sebagai Kepala Lingkungan (Kepling) IX. Warga menilai Salim tidak layak kembali menjabat karena dianggap pernah mengecewakan masyarakat saat menjabat sebelumnya.
Para ibu rumah tangga yang datang membawa poster penolakan itu awalnya menggelar aksi damai untuk mempertanyakan proses pemilihan serta pengangkatan kepala lingkungan yang mereka duga telah diskenariokan oleh oknum pihak kecamatan dan kelurahan.
Namun, situasi sempat memanas setelah para pendemo menunggu lebih dari tiga jam tanpa adanya pertemuan dengan Camat Medan Timur.
Aksi yang semula berlangsung damai kemudian diwarnai teriakan protes dari warga yang mendesak agar camat segera menemui mereka untuk menjelaskan keputusan tersebut.
Warga Tolak Keras Pengangkatan M Salim
Setelah Camat Medan Timur akhirnya keluar dari ruangannya, massa aksi diperbolehkan masuk ke aula kantor camat untuk menyampaikan aspirasi mereka secara langsung.
Salah seorang warga, Irmawati, mengatakan masyarakat menolak keras pengangkatan M Salim karena pengalaman buruk saat ia menjabat sebagai Kepling sebelumnya.
“Kami tidak mau Pak M Salim menjadi Kepling kami lagi. Saat beliau menjabat dulu, kami merasa sangat kecewa karena tidak amanah sebagai pemimpin lingkungan,” ujar Irmawati kepada wartawan.
Ia menegaskan warga lebih mendukung Endang Priska untuk menjabat sebagai Kepling IX karena dinilai memiliki kinerja yang lebih baik dan dekat dengan masyarakat
.
Warga lainnya, Rini, menyebut Endang Priska sebenarnya memperoleh dukungan yang cukup besar dari masyarakat.
Menurutnya, Endang mendapatkan sekitar 350 suara dukungan warga, namun hingga saat ini belum dilantik sebagai kepala lingkungan.
“Selama ini beliau dikenal humanis. Kalau warga mengurus surat, tidak pernah dipersulit dan semuanya gratis,” kata Rini.
Sebaliknya, Rini mengungkapkan bahwa saat M Salim menjabat sebagai Kepling pada periode 2021–2022, warga kerap diminta membayar saat mengurus berbagai keperluan administrasi.
“Kalau dulu semua urusan pakai uang. Jadi warga sudah terlanjur kecewa dengan kinerjanya,” ujarnya.
Selain persoalan biaya administrasi, warga juga mengungkap beberapa alasan lain yang menjadi dasar penolakan terhadap M Salim, di antaranya:
Tidak amanah selama menjabat sebagai Kepling IX
Pengurusan surat menyurat dinilai dipersulit
Bantuan sosial untuk masyarakat tidak tersalurkan dengan baik
Dugaan penimbunan bantuan di rumah pribadi
Keluhan masyarakat tidak pernah ditanggapi
Warga juga menyinggung adanya isu dugaan suap dalam proses pengangkatan kepala lingkungan di wilayah tersebut.
Menanggapi aksi protes warga, Camat Medan Timur Fernanda menyatakan bahwa pengangkatan kepala lingkungan telah dilakukan sesuai dengan mekanisme yang berlaku.
Menurutnya, proses tersebut mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan Nomor 9 Tahun 2017 serta Peraturan Wali Kota Medan Nomor 21 Tahun 2021 tentang pengangkatan dan pemberhentian kepala lingkungan.
“Dalam proses pengangkatan kepling ada sistem penilaian. Berdasarkan penilaian tersebut, M Salim mendapatkan nilai yang lebih baik dibandingkan Endang,” ujar Fernanda.
Namun pernyataan tersebut langsung memicu reaksi keras dari para pendemo yang menilai penilaian tersebut tidak transparan dan diduga telah diatur sebelumnya.
Kekecewaan warga semakin memuncak setelah camat tetap mempertahankan keputusan pengangkatan M Salim sebagai Kepling IX.
Sejumlah emak-emak yang mengikuti aksi tersebut bahkan menduga adanya campur tangan oknum pejabat kecamatan serta anggota DPRD dalam proses pengangkatan tersebut.
Warga juga menyampaikan kritik kepada Wali Kota Medan Rico Waas agar lebih tegas dalam mengawasi proses pengangkatan kepala lingkungan.
Mereka mendesak agar Camat Medan Timur dan lurah setempat dinonaktifkan sementara jika terbukti tidak netral dalam proses tersebut.
Warga Siap Gelar Aksi Lanjutan
Para warga Lingkungan IX Pulo Brayan Bengkel menyatakan tidak akan berhenti menyuarakan penolakan mereka.
Mereka bahkan berencana menggelar aksi lanjutan di Kantor Wali Kota Medan untuk menuntut transparansi dan keadilan dalam proses pengangkatan kepala lingkungan.
“Kami akan terus menyuarakan ini sampai aspirasi warga didengar,” ujar salah seorang ibu rumah tangga yang ikut dalam aksi tersebut.
(Tim)



