Foto tersebut dibagikan oleh Syamsul Bahri Anas dan langsung menarik perhatian berbagai kalangan. Banyak warga menilai wajah baru kawasan Masjid Agung Darussalam memberikan kesan yang jauh berbeda dibanding sebelumnya, terutama setelah Pedagang Kaki Lima (PKL) yang selama ini beraktivitas di pelataran masjid direlokasi ke lokasi yang telah disiapkan pemerintah.
Dalam foto yang beredar, area depan masjid terlihat lebih terbuka sehingga keindahan bangunan Masjid Agung Darussalam dapat terlihat dengan lebih jelas dari berbagai sudut pandang. Kondisi ini pun memunculkan beragam tanggapan positif dari masyarakat.
Salah satu tanggapan datang dari akademisi dan pemerhati sosial, Dr. Nurmal Idrus. Menurutnya, perubahan yang terjadi setelah penertiban dan relokasi PKL menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah daerah dalam menata kawasan publik berada pada jalur yang tepat.
“Kelihatan tambah segar dan lapang Masjid Agung setelah penertiban PKL. Ini membuktikan kebijakan pemerintah tetap berada di rel yang benar,” ujar Nurmal dalam sebuah perbincangan di grup WhatsApp, Kamis (18/6/2026).
Ia menilai, hasil penataan tersebut layak untuk lebih sering dipublikasikan kepada masyarakat. Menurutnya, dokumentasi perubahan wajah kawasan Masjid Agung dapat menjadi bukti nyata dari upaya pemerintah dalam menciptakan ruang publik yang lebih tertib, nyaman, dan representatif.
“Foto seperti ini seharusnya yang dieksploitasi media, terutama Humas Pemda,” tambahnya.
Penataan kawasan Masjid Agung Darussalam sendiri sebelumnya menjadi perhatian masyarakat karena aktivitas PKL yang cukup padat di sekitar pelataran.
Di satu sisi, keberadaan pedagang membantu menggerakkan ekonomi masyarakat. Namun di sisi lain, kondisi tersebut dinilai mengurangi estetika kawasan masjid serta mengganggu kenyamanan pengunjung.
Dengan dilakukannya relokasi, pemerintah berupaya menghadirkan keseimbangan antara penataan ruang publik dan keberlangsungan aktivitas ekonomi para pedagang.
Hasilnya, kawasan masjid kini tampak lebih luas dan memberikan ruang yang lebih nyaman bagi jamaah maupun pengunjung.
Meski demikian, sejumlah warga berharap penataan tidak berhenti pada relokasi PKL semata. Mereka menginginkan perhatian pemerintah juga diarahkan pada pemeliharaan berbagai fasilitas pendukung di kawasan Masjid Agung.
Salah satu masukan datang dari Munandar yang mengapresiasi perubahan positif tersebut, namun mengingatkan adanya fasilitas lampu hias yang perlu mendapat perhatian.
“Betul sekali. Cuma sayangnya kalau malam, lampu hias warna-warni Masjid Agung sebagian sudah tidak menyala,” ungkapnya.
Masukan tersebut dinilai penting karena pencahayaan menjadi salah satu elemen yang mendukung keindahan kawasan Masjid Agung, terutama pada malam hari. Lampu-lampu hias yang berfungsi dengan baik dapat memperkuat daya tarik visual masjid sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang berkunjung pada malam hari.
Kini, wajah baru Masjid Agung Darussalam Soppeng menjadi sorotan publik. Banyak warga berharap kondisi yang lebih bersih, lapang, dan tertata ini dapat terus dipertahankan serta diikuti dengan perawatan fasilitas secara berkala sehingga ikon kebanggaan masyarakat Soppeng tersebut semakin nyaman dan indah untuk di kunjungi.
(Red)
