Soppeng-Maros, Kabartujuhsatu.news,
Kejadian tak terduga menimpa rombongan Jamaah Haji Kloter 21 asal Soppeng saat dalam perjalanan melintas di jalan poros Camba, Kabupaten Maros, pada Selasa sore (16/6/2026). Salah satu bus rombongan dilaporkan mengalami gangguan teknis pada bagian ban depan hingga menyebabkan kemacetan di jalur tersebut.
Informasi ini pertama kali mencuat dari salah satu pengunjung warung kopi Olleng yang mendapatkan informasi bahwa kondisi di lapangan, salah satu bus tidak dapat melanjutkan perjalanan.
“Katanya bus jamaah haji Kloter 21 ada masalah di ban depan, di jalur Camba,” ungkapnya.
Perjalanan jamaah haji yang seharusnya berlangsung khidmat dan lancar, mendadak terganggu akibat insiden teknis tersebut. Beberapa jamaah dikabarkan tetap tenang menunggu perbaikan sambil berada di sekitar kendaraan.
Kondisi jalan poros Camba yang dikenal berkelok dan menanjak diduga turut menjadi faktor yang memperlambat penanganan di lokasi.
Menanggapi kejadian tersebut, Ade Irawan selaku Ketua DPD NasDem Soppeng memberikan pandangannya dan menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem transportasi jamaah haji.
Menurutnya, kejadian seperti ini seharusnya bisa diantisipasi sejak awal dengan penyediaan armada cadangan agar tidak mengganggu perjalanan jamaah.
“Seharusnya memang ada mobil cadangan yang ikut, kalau bukan dari pihak Pemda, dari pihak penyedia,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keberadaan kendaraan cadangan sangat penting, terutama dalam perjalanan jauh yang melibatkan banyak jamaah lansia.
“Kalau terjadi hal seperti ini, kasihan para jamaah yang rindu akan keluarganya. Mereka ingin segera sampai dengan selamat,” lanjutnya.
Peristiwa ini kembali membuka diskusi publik mengenai standar pelayanan transportasi jamaah haji, khususnya terkait kesiapan teknis armada bus yang digunakan dalam perjalanan antar daerah.
Sejumlah pihak berharap agar ke depan pemerintah daerah maupun penyedia jasa transportasi lebih memperhatikan aspek keselamatan, termasuk menambah unit cadangan atau melakukan pengecekan teknis lebih ketat sebelum keberangkatan untuk melakukan penjemputan.
Meski kejadian tersebut sempat mengganggu perjalanan, seluruh jamaah dilaporkan tetap dalam kondisi aman dan akhirnya dapat melanjutkan perjalanan setelah penanganan dilakukan.
Masyarakat berharap kejadian ini menjadi pelajaran penting agar perjalanan ibadah jamaah haji berikutnya dapat berlangsung lebih lancar, aman, dan tanpa hambatan berarti.
Hingga berita ini diterbitkan belum ada konfirmasi pihak penyedia maupun pemerintah kabupaten Soppeng khususnya bagian kesra sekretariat daerah.
(Red)
