Soppeng, Kabartujuhsatu.news,– Kabar duka datang dari Tanah Suci. Seorang jemaah haji asal Kabupaten Soppeng yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 1 dilaporkan meninggal dunia di Jeddah, Arab Saudi, setelah menjalani perawatan akibat penyakit yang dideritanya.
Jemaah tersebut diketahui bernama H. Beddu Habe, warga Desa Kebo, Kecamatan Lilirilau. Informasi ini disampaikan oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kabupaten Soppeng.
Menurut KBIHU KKB PPIH Kloter 1, Hj. Arianti, almarhum sebenarnya dijadwalkan kembali ke Indonesia bersama rombongan Kloter 1 pada 2 Juni lalu. Namun, kondisi kesehatannya mengalami penurunan sehingga tim medis menyatakan dirinya tidak layak terbang (unfit to fly).
"Almarhum sebelumnya mengalami stroke di Mina setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji. Selanjutnya kondisi kesehatannya menurun akibat radang paru-paru yang mengganggu pernapasan serta meningkatnya kadar gula darah," ungkap Hj. Arianti dikutip dari Piral.id, Selasa (16/6/2026).
Karena kondisi tersebut, almarhum harus menjalani perawatan lanjutan di Arab Saudi dan tidak dapat mengikuti jadwal kepulangan bersama rombongan.
Sementara itu, Pembimbing Ibadah Kloter 1, Dr. Hj. Haniah, mengatakan bahwa hingga kini pihaknya belum memperoleh kepastian terkait lokasi pemakaman almarhum.
"Saat ini seluruh proses pengurusan jenazah ditangani oleh Muassasah yang berkoordinasi dengan PPIH Indonesia dan KJRI Jeddah. Kami masih menunggu informasi lebih lanjut mengenai lokasi pemakaman karena pihak keluarga masih berembuk," jelasnya.
Kepergian H. Beddu Habe menambah daftar jemaah haji Indonesia yang wafat saat menjalankan atau setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji tahun ini. Keluarga, kerabat, dan masyarakat Kabupaten Soppeng pun turut berduka atas kepergian almarhum.
Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran serta ketabahan.
(Red)

