Wali Kota Makassar Tinjau Lokasi Banjir di Katimbang, Fokus Cari Solusi Permanen untuk Wilayah Timur Kota -->
  • Jelajahi

    Copyright © kabartujuhsatu.news
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Daftar Blog Saya

    Wali Kota Makassar Tinjau Lokasi Banjir di Katimbang, Fokus Cari Solusi Permanen untuk Wilayah Timur Kota

    Kabartujuhsatu
    Sabtu, 10 Januari 2026, Januari 10, 2026 WIB Last Updated 2026-01-10T17:27:58Z
    masukkan script iklan disini


    Makassar, Kabartujuhsatu.news, Pemerintah Kota Makassar terus menunjukkan komitmennya dalam menangani persoalan banjir yang kerap melanda wilayah timur kota setiap musim hujan.


    Sebagai bentuk kepedulian dan upaya mencari solusi permanen, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin turun langsung meninjau kawasan rawan genangan di Kompleks Kelurahan Katimbang, Perumahan Kodam III, Kecamatan Biringkanaya, Sabtu sore (10/1/2026).


    Kunjungan lapangan ini dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi terkini di lokasi terdampak banjir sekaligus mendengar aspirasi serta keluhan warga yang selama bertahun-tahun harus menghadapi persoalan genangan air berulang.


    Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota Makassar didampingi oleh Sekretaris Daerah Kota Makassar Andi Zulkifly Nanda, Kepala Pelaksana BPBD Makassar M. Fadli Tahar, Camat Biringkanaya Juliaman, serta Lurah setempat.


    Rombongan menyusuri sejumlah titik genangan air yang menutup badan jalan dan mengganggu aktivitas masyarakat.


    Munafri Arifuddin yang akrab disapa Appi, tampak berdialog langsung dengan warga setempat.


    Ia mendengarkan berbagai keluhan terkait dampak banjir, mulai dari terganggunya mobilitas warga, kendaraan mogok, hingga aktivitas ekonomi yang lumpuh sementara.


    Wilayah Perumahan Kodam III, Kelurahan Katimbang, hingga kawasan Jalan Paccerakkang memang dikenal sebagai salah satu titik rawan banjir di Kota Makassar.


    Hampir setiap musim hujan, kawasan ini selalu terdampak genangan air akibat luapan kiriman dari Sungai Biring Je'ne.


    Dalam kondisi terpantau sore itu, air menggenangi ruas jalan utama sehingga menghambat arus lalu lintas. Sejumlah pengendara roda dua terlihat terpaksa mendorong kendaraannya karena mogok saat melintasi genangan.


    Kondisi ini membuat banjir seolah menjadi “langganan tahunan” bagi warga setempat.


    Di sela-sela peninjauan, Munafri Arifuddin menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di lokasi bukan sekadar melakukan pemantauan, tetapi untuk mencari solusi konkret dan berkelanjutan terhadap persoalan banjir.


    “Saya datang ke sini untuk melihat langsung kondisi yang ada. Tujuannya jelas, kita ingin mencari solusi bagi masyarakat,” ujar Munafri.


    Ia menambahkan bahwa wilayah ini memang memerlukan penanganan serius dan menyeluruh karena banjir terjadi hampir setiap tahun.


    “Wilayah ini selalu menjadi langganan banjir saat musim hujan. Artinya, perlu penanganan yang terukur dan berkelanjutan, tidak bisa setengah-setengah,” tegasnya.


    Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan serta keterangan warga, Munafri menjelaskan bahwa banjir dipicu oleh luapan air kiriman dari Sungai Biring Je'ne akibat tingginya intensitas hujan.


    Kondisi tersebut diperparah oleh terganggunya alur aliran air, sehingga genangan tidak dapat mengalir dengan baik dan bertahan lama di kawasan permukiman.


    “Kalau kita lihat dan dengarkan keterangan warga, ini akibat air kiriman dari Sungai Biring Je'ne yang meluap. Ditambah alur air yang tidak lancar,” jelasnya.


    Munafri menegaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar akan melakukan identifikasi menyeluruh terhadap jalur aliran air, mulai dari hulu hingga ke titik pembuangan akhir.


    Langkah ini bertujuan untuk mengetahui secara pasti titik-titik penyempitan, sumbatan, maupun perubahan fungsi lahan yang berdampak pada sistem resapan dan aliran air.


    “Ada beberapa titik yang harus kita telusuri. Dari mana air mengalir, ke mana pembuangannya, lalu di mana yang tersumbat. Biasanya ada penyempitan atau kawasan resapan yang berubah fungsi menjadi area pembangunan,” paparnya.


    Menurutnya, salah satu opsi yang akan dikaji adalah penataan ulang atau pembukaan saluran alur air baru, agar air tidak lagi terperangkap di kawasan permukiman warga.



    Munafri juga menekankan bahwa Sungai Biring Je'ne merupakan sungai strategis yang berada di wilayah perbatasan antara Kota Makassar dan Kabupaten Maros, sehingga penanganannya membutuhkan koordinasi lintas daerah dan lintas sektor.


    “Ini tidak bisa ditangani sendiri. Perlu koordinasi dengan pemerintah daerah terkait agar solusi yang diambil benar-benar efektif,” katanya.


    Ia berharap, dari hasil peninjauan lapangan tersebut, pemerintah dapat merumuskan langkah jangka pendek dan jangka panjang untuk mengatasi persoalan banjir yang terus berulang.


    Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar terus memperkuat upaya mitigasi banjir di wilayah rawan, khususnya di sepanjang Sungai Biring Je'ne.


    Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pemasangan Early Warning System (EWS) sebagai sistem peringatan dini terhadap potensi banjir akibat peningkatan debit air sungai.


    Kepala BPBD Kota Makassar, Fadli Tahar, menjelaskan bahwa EWS berfungsi memantau ketinggian dan debit air sungai secara real time, sehingga mampu memberikan peringatan lebih awal kepada petugas dan masyarakat.


    “EWS ini sangat penting agar kita bisa membaca kondisi sungai lebih cepat. Dengan begitu, masyarakat dan petugas punya waktu untuk bersiap sebelum banjir meluas,” ujar Fadli.


    Selain pemasangan EWS, BPBD Kota Makassar juga menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) selama 24 jam di titik-titik rawan banjir. Tim ini bertugas melakukan pemantauan intensif, asesmen dampak, serta membantu warga apabila terjadi peningkatan debit air secara signifikan.


    “Kami siagakan personel TRC 24 jam. Begitu ada indikasi bahaya, tim langsung bergerak ke lapangan,” jelasnya.


    BPBD juga mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Biring Je'ne untuk tetap waspada, mengikuti informasi resmi dari pemerintah, dan segera melapor jika terjadi kondisi darurat.


    Wali Kota Makassar berharap, melalui peninjauan langsung dan langkah-langkah strategis yang disiapkan, persoalan banjir di wilayah timur Kota Makassar dapat ditangani secara lebih terarah dan berkelanjutan.


    “Harapan kita, persoalan ini bisa ditangani dan benar-benar teratasi. Karena kalau tidak, dampaknya akan terus dirasakan masyarakat setiap tahun,” pungkas Munafri.


    (Red) 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini