Stadion Untia Resmi Masuk Tahap Konstruksi 2026, Pemkot Makassar Tegaskan Komitmen Hadirkan Ikon Olahraga Baru
  • Jelajahi

    Copyright © kabartujuhsatu.news
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Layanan Publikasi Media Online : Iklan, Berita, Banner

    Layanan Publikasi Media Online : Iklan, Berita, Banner
    Klik Gambar Inaproc Kabartujuhsatu di Kolom Pencarian

    Daftar Blog Saya

    Stadion Untia Resmi Masuk Tahap Konstruksi 2026, Pemkot Makassar Tegaskan Komitmen Hadirkan Ikon Olahraga Baru

    Kabartujuhsatu
    Minggu, 04 Januari 2026, Januari 04, 2026 WIB Last Updated 2026-01-05T08:06:33Z
    masukkan script iklan disini


    Makassar, Kabartujuhsatu.news,  Pemerintah Kota Makassar memastikan pembangunan Stadion Untia akan memasuki tahap konstruksi fisik pada tahun 2026. 


    Proyek stadion yang dirancang bertaraf internasional ini menjadi bagian dari agenda prioritas pembangunan daerah sekaligus penanda keseriusan pemerintah dalam menghadirkan infrastruktur olahraga modern dan representatif bagi masyarakat.


    Stadion Untia yang berlokasi di Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya, diproyeksikan bukan hanya sebagai arena pertandingan, tetapi juga sebagai pusat pembinaan atlet, ruang ekspresi prestasi generasi muda, serta ruang publik yang inklusif dan produktif.


    Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa pembangunan stadion ini bukan sekadar janji politik, melainkan telah masuk dalam program unggulan Pemerintah Kota Makassar tahun anggaran 2026.


    “Insya Allah, mohon doanya pembangunan Stadion Untia tahun ini bisa berjalan lancar,” ujar Munafri Arifuddin yang akrab disapa Appi, Senin (5/1/2026).


    Menurut Appi, kehadiran stadion baru merupakan bagian penting dari visi besar pemerintah kota untuk menghidupkan kembali kejayaan olahraga Makassar sekaligus menyediakan fasilitas publik yang layak dan berstandar nasional hingga internasional.


    “Insya Allah konstruksi awal Stadion Untia dimulai tahun 2026. Saya yakin, suatu hari nanti kita akan melihat stadion megah berdiri di Kota Makassar. Saya janji, stadion itu akan ada di kota ini,” tegasnya.


    Lebih jauh, Appi menekankan bahwa Stadion Untia tidak hanya dimaknai sebagai bangunan fisik, melainkan simbol harapan, kebanggaan, dan mimpi bersama masyarakat Makassar. Stadion ini diharapkan menjadi pusat lahirnya atlet-atlet berprestasi sekaligus ruang interaksi sosial yang sehat dan produktif.


    Selain fungsi olahraga, stadion ini juga diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi kawasan Untia dan sekitarnya. Kehadirannya diyakini akan membuka peluang usaha baru, meningkatkan aktivitas ekonomi lokal, serta menciptakan kawasan pertumbuhan baru di wilayah utara Makassar.


    “Stadion ini kita harapkan mampu menjadi ikon baru Kota Makassar yang hidup, berdaya saing, dan berorientasi pada keberlanjutan,” ungkap Appi.


    Pemerintah Kota Makassar menegaskan bahwa pembangunan Stadion Untia dilakukan melalui perencanaan yang matang dan terukur. Seluruh tahapan awal telah dirampungkan hingga akhir Desember 2025, mulai dari studi kelayakan (feasibility study/FS), penyusunan masterplan, hingga penyelesaian aspek legalitas lahan.


    “Pembangunan stadion ini tidak dimulai dari pengecoran beton, tapi dari perencanaan. Alhamdulillah, FS dan masterplan sudah rampung, termasuk sertifikat lahannya, sehingga ke depan tidak ada hambatan administratif,” jelas Appi.


    Ia juga memastikan bahwa seluruh proses penganggaran dilakukan secara transparan dan akuntabel demi menjaga keberlanjutan proyek strategis tersebut.


    “Tahun 2026 ini adalah momentum penting karena stadion benar-benar masuk tahap pembangunan fisik. Anggarannya kami pastikan transparan agar setiap tahapan berjalan stabil dan aman,” tambahnya.



    Komitmen pembangunan Stadion Untia juga ditandai dengan dibukanya proses tender melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Makassar. Berdasarkan data pada laman resmi sistem pengadaan nasional, paket tender pembangunan stadion telah diumumkan secara terbuka pada 31 Desember 2025.


    Paket pengadaan tersebut tercatat dengan kode tender 10107750000 dengan nama paket Belanja Modal Bangunan Gedung Tempat Olahraga (MK Pembangunan Stadion Untia). Proyek ini dibiayai melalui APBD Kota Makassar Tahun Anggaran 2026.


    Melalui Dinas Pekerjaan Umum, Pemkot Makassar menetapkan pagu anggaran sebesar Rp7 miliar, dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) mencapai sekitar Rp6,9 miliar. Paket ini dikategorikan sebagai jasa konsultansi badan usaha konstruksi dengan metode seleksi prakualifikasi dua file.


    Dalam evaluasi tender, panitia menetapkan bobot penilaian teknis sebesar 80 persen dan bobot biaya 20 persen, guna memastikan penyedia jasa yang terpilih memiliki kualitas, kompetensi, dan pengalaman yang memadai. Sejumlah persyaratan kualifikasi juga diberlakukan, termasuk kepemilikan NIB, Sertifikat Badan Usaha (SBU), serta status wajib pajak aktif.


    Secara terpisah, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham menyatakan optimisme terhadap realisasi pembangunan Stadion Untia. Ia menilai proyek ini sebagai tonggak penting pengembangan infrastruktur olahraga sekaligus simbol kebanggaan baru bagi masyarakat Kota Makassar.


    “Bismillah, Insya Allah kehadiran Stadion Untia dapat berjalan dengan baik. Kami mohon doa dan restu seluruh warga Kota Makassar agar proses pembangunannya lancar dan hasilnya sesuai harapan masyarakat,” ujar Aliyah.


    Di bawah kepemimpinan Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham, program unggulan MULIA yang menitikberatkan pada penguatan infrastruktur olahraga secara bertahap mulai diwujudkan. Stadion Untia yang selama ini menjadi harapan masyarakat tidak lagi sekadar wacana, melainkan telah masuk dalam agenda pembangunan prioritas.


    Pemerintah Kota Makassar berharap kehadiran Stadion Untia nantinya mampu memperkuat identitas Makassar sebagai kota olahraga yang maju, berdaya saing, dan menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Sulawesi Selatan.


    (Red) 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini