Bone, Kabartujuhsatu.news, Pertemuan hangat antara Pelatih Ranting Khusus Batalyon C Brimob Bone, Muldiyana, M.Pd., dan Kabag Ops Brimob Polda Sulsel, AKBP Nur Ichsan, S.Sos., M.Si., memunculkan sinyal kuat yang langsung menyita perhatian. Selasa (21/4/2026).
Bukan sekadar silaturahmi biasa, pertemuan ini disebut-sebut menjadi momentum strategis yang dapat mengubah arah pembinaan atlet muda di lingkungan Ranting Khusus Sulawesi Selatan.
Suasana diskusi berlangsung santai namun sarat gagasan besar. Keduanya terlihat berbincang serius mengenai penguatan sistem pembinaan, peningkatan kualitas atlet, hingga strategi jangka panjang agar prestasi tidak hanya datang sesaat, tetapi berkelanjutan.
Dari pertemuan ini, muncul komitmen bersama untuk memperkuat sinergi antara pelatih, pembina, dan pengurus organisasi.
Muldiyana menegaskan bahwa pembinaan tidak boleh berjalan setengah hati. Menurutnya, pondasi yang sudah dibangun harus terus diperkuat agar tidak terputus oleh pergantian waktu maupun dinamika organisasi.
Ia menilai, konsistensi pembinaan menjadi faktor paling menentukan dalam melahirkan atlet muda yang tangguh dan kompetitif.
“Pembinaan harus berkelanjutan. Tidak hanya mengejar hasil instan, tetapi membangun sistem yang mampu mencetak atlet secara terus-menerus,” ungkapnya dalam pertemuan tersebut.
Sementara itu, kehadiran AKBP Nur Ichsan dinilai membawa nilai strategis tersendiri. Ia dikenal sebagai sosok yang pernah merintis Ranting Khusus Batalyon C Pelopor Bone saat menjabat sebelumnya.
Di masa itu, pembinaan yang dibangun berhasil melahirkan atlet remaja Brimob yang mampu bersaing dan bahkan meraih Juara Umum 2 dalam sebuah kompetisi.
Rekam jejak tersebut menjadi alasan kuat mengapa pertemuan ini dianggap penting. Pengalaman yang dimiliki AKBP Nur Ichsan dinilai mampu memperkuat arah pengembangan organisasi menjadi lebih sistematis, terstruktur, dan memiliki target yang jelas.
Diskusi yang berlangsung juga menyentuh pentingnya pembinaan berjenjang. Fokus pembinaan tidak hanya pada atlet yang sudah berprestasi, tetapi juga pada regenerasi sejak usia dini.
Dengan demikian, keberlanjutan prestasi dapat terjaga tanpa harus memulai dari nol setiap periode.
Tak hanya itu, pertemuan ini juga membuka peluang kolaborasi lebih luas. Dukungan pembina dan pelatih diharapkan mampu memperkuat mental atlet, meningkatkan kualitas latihan, serta memperluas ruang kompetisi bagi atlet muda dari lingkungan Brimob.
Figur AKBP Nur Ichsan bahkan disebut-sebut berpotensi menjadi salah satu penguat dalam kepengurusan ranting khusus Sulsel.
Kehadirannya dinilai membawa harapan baru bagi pengembangan organisasi yang lebih profesional dan berorientasi prestasi.
Sinergi yang terbangun dalam pertemuan tersebut diyakini menjadi motor penggerak lahirnya atlet-atlet potensial di masa depan.
Dengan dukungan sistem yang lebih matang, Ranting Khusus Batalyon C diproyeksikan mampu kembali mencetak prestasi di tingkat daerah hingga nasional.
Langkah awal ini juga menjadi penanda bahwa pembinaan di lingkungan Ranting Khusus Batalyon C tidak hanya fokus pada kegiatan internal, tetapi mulai diarahkan menuju visi besar organisasi yang solid, modern, dan berdaya saing tinggi.
Pertemuan yang terlihat sederhana itu pun kini dinilai sebagai momentum penting. Jika komitmen yang terbangun terus dijaga, bukan tidak mungkin Ranting Khusus Batalyon C Sulawesi Selatan kembali melahirkan atlet-atlet muda berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah di level yang lebih tinggi.
Silaturahmi singkat tersebut akhirnya menjadi pesan kuat: dari diskusi kecil, lahir harapan besar menuju prestasi berkelanjutan. (Red)







