300 Mangrove Ditanam di Pesisir Luwu Timur, Gema Lutim Gandeng TNI AL dan Polisi

300 Mangrove Ditanam di Pesisir Luwu Timur, Gema Lutim Gandeng TNI AL dan Polisi


Luwu Timur, Sulsel, Kabartujuhsatu.news, Ancaman abrasi dan kerusakan ekosistem pesisir menjadi perhatian sejumlah elemen masyarakat di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Gerakan Mangrove Luwu Timur (Gema Lutim) bersama TNI Angkatan Laut (AL) Pos Lampia dan Satairud Polres Luwu Timur turun langsung menjaga kawasan pesisir melalui penanaman ratusan bibit mangrove di Pulau Langkara dan Lanjina, Desa Tampinna, Kecamatan Angkona, Minggu (30/8/2026).

Mengusung tema “Menanam Harapan, Menjaga Pesisir Luwu Timur”, sebanyak 300 bibit mangrove ditanam dalam kegiatan yang menjadi langkah perdana Gema Lutim membangun gerakan konservasi pesisir secara berkelanjutan.

Namun, aksi tersebut tidak berhenti pada penanaman.

Para peserta juga menyisir kawasan pesisir untuk membersihkan sampah plastik dan berbagai jenis sampah yang mengotori lingkungan pantai.

Ketua Gema Lutim, Rival Carwa, menegaskan bahwa menjaga lingkungan pesisir membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

“Pelestarian lingkungan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara komunitas, masyarakat, aparat, dunia pendidikan, dunia usaha dan berbagai elemen lainnya,” ujar Rival.

Menurutnya, keterlibatan TNI AL dan Satairud Polres Luwu Timur menjadi energi penting untuk membangun kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga kawasan pesisir.

Gema Lutim memastikan penanaman mangrove tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial.

Rival mengatakan, bibit yang telah ditanam akan dirawat dan dipantau. Bahkan, kegiatan penanaman ditargetkan kembali digelar secara rutin setiap tiga bulan.

“Kami tidak ingin hanya menanam kemudian meninggalkannya. Mangrove yang sudah ditanam akan kami rawat dan pantau,” katanya.

Ia berharap gerakan tersebut berkembang menjadi gerakan bersama masyarakat Luwu Timur dalam menjaga kawasan pesisir.

Perwakilan TNI AL Pos Lampia, Sudarmin, menyambut positif gerakan tersebut.

Menurutnya, keberadaan mangrove memiliki peran penting dalam menjaga kawasan pesisir, terutama di tengah ancaman abrasi yang terjadi di sejumlah wilayah Luwu Timur.

“Kegiatan ini sangat positif, terlebih di Luwu Timur banyak wilayah daratan dan pesisir yang mengalami abrasi. Kami berharap kita bersama-sama menjaga pesisir kita,” kata Sudarmin.

Ia berharap aksi tersebut tidak berhenti pada penanaman perdana, tetapi terus dilakukan secara berkelanjutan.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti di sini, tetapi tetap berkelanjutan,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari Satairud Polres Luwu Timur.

Ipda Basri mengatakan, kegiatan konservasi seperti ini tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga menjadi sarana membangun kepedulian masyarakat, khususnya generasi muda.

“Kegiatan seperti ini sangat baik karena bukan hanya menanam mangrove, tetapi juga mengajak masyarakat dan generasi muda untuk bersama-sama peduli terhadap lingkungan,” ujar Basri.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan ekosistem pesisir.

Kegiatan tersebut turut melibatkan Peta Lutim, Genali Lutim, Pramuka SMA Negeri 6 Luwu Timur, Karang Taruna Desa Tampinna, serta sejumlah elemen lainnya.

Bagi Gema Lutim, penanaman 300 mangrove ini bukan sekadar menambah jumlah pohon di pesisir.

Lebih dari itu, gerakan tersebut menjadi pesan bahwa menjaga mangrove berarti menjaga garis pantai, melindungi ruang hidup masyarakat, sekaligus menyiapkan pesisir Luwu Timur bagi generasi mendatang.

(Red)

Lebih baru Lebih lama
Premium By Raushan Design With Shroff Templates