Dulu Jadi Kebanggaan Warga Soppeng, Kini Sepi dan Banyak Kios Kosong! Nasib Pusper Watansoppeng Jadi Sorotan

Dulu Jadi Kebanggaan Warga Soppeng, Kini Sepi dan Banyak Kios Kosong! Nasib Pusper Watansoppeng Jadi Sorotan


Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Siapa yang tidak mengenal Pusat Pertokoan Watansoppeng (Pusper)? Kawasan yang pernah menjadi pusat perdagangan terbesar dan paling ramai di jantung Kota Watansoppeng ini dulunya menjadi tujuan utama masyarakat untuk berbelanja, bertransaksi, hingga menjalankan berbagai aktivitas usaha.

Namun pemandangan berbeda terlihat saat ini. Kawasan yang pernah menjadi ikon perdagangan Kabupaten Soppeng tersebut kini tampak jauh lebih lengang dibandingkan masa kejayaannya beberapa tahun lalu.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah kios terlihat tidak lagi beroperasi secara aktif. Aktivitas pengunjung yang dulu memenuhi area pertokoan dari pagi hingga malam hari kini mengalami penurunan yang cukup signifikan. Kondisi tersebut menjadi perhatian berbagai kalangan yang menilai kawasan ini masih memiliki potensi besar untuk kembali berkembang.

Padahal, dari sisi lokasi, Pusper berada di kawasan yang sangat strategis karena terletak di pusat Kota Watansoppeng. Posisi tersebut dinilai menjadi salah satu modal utama yang dapat dimanfaatkan untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat.

Kondisi ini turut mendapat perhatian dari Ketua LSM SIDIK, Mahmud Cambang. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Soppeng perlu memberikan perhatian serius terhadap keberlangsungan kawasan pertokoan tersebut melalui program penataan dan revitalisasi yang terukur.

Ia menilai Pusper masih memiliki peluang besar untuk bangkit apabila dilakukan pembenahan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat saat ini serta perkembangan dunia usaha yang terus berubah.

"Letaknya sangat strategis. Karena itu perlu ada penataan ulang agar kawasan ini memiliki daya tarik baru dan mampu mengundang masyarakat kembali datang berbelanja," ujar Mahmud saat ditemui awak media ini dikediamannya, di jalan Samudera, Kamis Sore (4/6/2026).

Menurutnya, "keberadaan sejumlah kios yang saat ini tidak dimanfaatkan secara maksimal, perlu dilakukan pendataan dan penertiban agar kios-kios yang tidak lagi digunakan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang benar-benar ingin menjalankan usaha.

Ia menilai langkah tersebut dapat menjadi salah satu solusi untuk menghidupkan kembali aktivitas perdagangan di kawasan Pusper sekaligus memberikan peluang usaha kepada masyarakat yang membutuhkan tempat untuk berjualan.

Tidak hanya persoalan kios, akses menuju lantai dua Pusper juga dinilai perlu mendapat perhatian. Salah satu usulan yang muncul adalah mengaktifkan kembali jalur masuk melalui kawasan eks terminal yang berada di bagian selatan agar pengunjung lebih mudah menjangkau area tersebut.

Menurut Mahmud, akses yang lebih terbuka dan nyaman akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan jumlah pengunjung, terutama bagi pelaku usaha yang beraktivitas di lantai dua yang selama ini relatif sepi.

Di sisi lain, fasilitas pendukung yang berada di kawasan Pusper juga dinilai perlu dibenahi. Salah satunya adalah lapangan bulutangkis yang selama ini menjadi sarana olahraga masyarakat.

Dengan fasilitas yang lebih baik, kawasan Pusper diharapkan tidak hanya menjadi pusat perdagangan tetapi juga menjadi ruang aktivitas masyarakat.

Berbagai pihak berharap Pusper Watansoppeng tidak hanya menjadi saksi kejayaan masa lalu. Dengan penataan yang tepat, dukungan pemerintah daerah, keterlibatan pelaku usaha, dan partisipasi masyarakat, kawasan ini diyakini masih memiliki peluang untuk kembali menjadi pusat ekonomi yang ramai dan membanggakan.

Kini harapan itu bergantung pada langkah nyata yang akan dilakukan ke depan. Mampukah Pusper Watansoppeng bangkit dan kembali menjadi pusat perdagangan kebanggaan masyarakat Soppeng? Waktu yang akan menjawabnya.

(Red)

Lebih baru Lebih lama
Premium By Raushan Design With Shroff Templates