Soppeng, Kabartujuhsatu.news,– Taman Wisata Alam (TWA) Lejja di Kabupaten Soppeng resmi ditetapkan sebagai tuan rumah peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026 untuk wilayah Sulawesi Selatan. Penetapan tersebut disampaikan langsung jajaran Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sulawesi Selatan saat berkunjung ke PT Lamataesso Mattappaa (Perseroda), Jumat (24/7/2026).
Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah II Balai Besar KSDA Sulsel, Mustari Tepu, S.Hut., M.Sc., IPM., bersama Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) III, Raduan Parman, diterima oleh Plt Direktur Utama PT Lamataesso Mattappaa (Perseroda), Musdar Asman, S.Pd., M.Si.
Dalam pertemuan tersebut, Mustari Tepu menyampaikan keputusan resmi Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan yang menetapkan TWA Lejja sebagai lokasi penyelenggaraan HKAN 2026 regional Sulsel yang dijadwalkan berlangsung pada 10 Agustus 2026 di Desa Bulue, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng.
Menurut Mustari, pemilihan TWA Lejja didasarkan pada potensi kawasan konservasi yang dimiliki serta pengelolaan destinasi yang dinilai baik. Lejja juga dikenal sebagai satu-satunya kawasan wisata alam di Sulawesi Selatan yang memiliki permandian air panas alami.
"Kami menilai TWA Lejja memiliki potensi ekosistem dan dukungan pengelolaan yang baik, sehingga layak menjadi representasi kawasan konservasi Sulawesi Selatan di tingkat nasional," ujarnya.
Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan HKAN 2026 akan melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari upacara serentak secara nasional yang terhubung melalui Zoom Meeting, penanaman pohon di kawasan konservasi, kegiatan perkemahan, hingga agenda edukasi lingkungan yang diikuti peserta dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.
Sementara itu, puncak peringatan HKAN 2026 tingkat nasional dijadwalkan berlangsung pada 20 Agustus 2026 di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta, dan dirangkaikan dengan Expo Konservasi Alam di Hotel Aston Simatupang.
Plt Dirut PT Lamataesso Mattappaa, Musdar Asman, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Balai Besar KSDA Sulsel kepada TWA Lejja. Ia menegaskan pihaknya siap mendukung penuh seluruh rangkaian kegiatan agar berjalan sukses.
"Kami menyambut baik kepercayaan ini dan siap mendukung penuh amanah dari BKSDA Sulsel demi suksesnya peringatan HKAN 2026 di Soppeng. Setelah kunjungan ini, kami segera berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait," kata Musdar.
Menurutnya, momentum tersebut menjadi kesempatan strategis untuk memperkuat kolaborasi dalam pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan promosi potensi wisata alam Kabupaten Soppeng di tingkat nasional.
Penetapan HKAN mengacu pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 yang menetapkan 10 Agustus sebagai Hari Konservasi Alam Nasional. Berdasarkan Nota Dinas Sekretariat Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan tertanggal 7 Juli 2026, tema HKAN tahun ini adalah "Konservasi Alam: Kerja Bersama Merawat Alam Indonesia."
Seluruh penyelenggaraan HKAN 2026 juga diwajibkan menggunakan identitas visual resmi pada berbagai media publikasi, baik cetak maupun digital, guna memperkuat pesan pelestarian lingkungan dan keseragaman komunikasi publik.
Dengan ditunjuknya TWA Lejja sebagai tuan rumah HKAN 2026 regional Sulawesi Selatan, Kabupaten Soppeng kembali memperoleh perhatian di tingkat nasional sebagai daerah yang berkomitmen dalam pengelolaan kawasan konservasi sekaligus pengembangan wisata alam berkelanjutan.
(Red)
