Oleh: Ahmad Saransi
Kabupaten Soppeng kerap dikenal sebagai daerah yang tenang, dilingkupi perbukitan hijau dan dibelah oleh aliran Sungai Purba Walanae. Sebagai wilayah yang tak memiliki garis pantai atau laut, rasanya mustahil membayangkan bahwa dari tanah inilah lahir bintang-bintang penakluk gelombang di arena ski air tingkat nasional. Namun, sejarah selalu punya cara indah untuk mengukir keajaiban melalui tekad para putra-putri terbaiknya.
Di panggung olahraga nasional, Soppeng pernah menggetarkan Nusantara. Nama Firman Saide mencatatkan tinta emas setelah berhasil meraih medali emas di ajang bergengsi Pekan Olahraga Nasional (PON), membuktikan bahwa keterbatasan geografis bukanlah penghalang untuk menjadi yang terbaik di Indonesia.
Namun, jauh sebelum kejayaan itu diraih, perintis jalan bagi olahraga air dari tanah Soppeng telah tumbuh pada dekade 1950-an melalui sosok srikandi tangguh bernama #Andi #Kusuma.
Lahir di Pacongkang Kecamatan Liliriaja Kabupaten Soppeng, sekitar tahun 1938, sosok srikandi yang di masa kecilnya disapa Andi Marapappa ini dianugerahi perawakan tinggi semampai dengan paras wajah yang cantik anggun. Namun di balik keanggunannya, mengalir deras titisan darah pejuang. Ayahnya adalah pejuang patriotik, Andi Abdul Muis Tenri Dolong, sementara sang ibu merupakan bangsawan bergelar Datu Tanete.
Bakat ketangkasannya menari di atas air tidaklah ditempa di riak Sungai Walanae. Pada usia empat tahun, Andi Kusuma kecil diboyong pindah ke Tanete, Kabupaten Barru. Di situlah, di bawah bimbingan langsung keluarga sang legenda olahraga Sulawesi Selatan, Andi Mattalatta, bakat ski airnya ditenun dan ditempa menjadi matang.
Di arena PON tahun 1950-an, Andi Kusuma tampil memukau, melintasi air dengan keberanian dan keanggunan seorang srikandi. Kehadirannya tidak hanya memikat pasang mata yang menyaksikan, tetapi juga membawa nama daerah asalnya harum semerbak di panggung nasional.
Kisah Andi Kusuma dan Firman Saide adalah bukti nyata ketangguhan karakter manusia Soppeng. Walau berasal dari daerah tanpa laut, mereka mampu mendominasi ombak; membuktikan bahwa semangat juang, garis keturunan pahlawan, dan kerja keras sanggup melampaui segala batasan alam. Nama mereka kini terpatri indah dalam lembaran sejarah olahraga Indonesia sebuah kebanggaan abadi bagi Bumi Latemmamala.
(Red)


