Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Suasana malam di La Daffa Cafe dan Coffee mendadak menjadi perhatian setelah berlangsung pertemuan hangat antara Pimpinan Redaksi Rilisinfonews.id Andi Irfan (AIR) dan Ketua LSM SIDIK, Mahmud Cambang. Kamis malam (28/5/2026).
Pertemuan yang awalnya terlihat seperti agenda santai sambil menikmati kopi itu ternyata memunculkan banyak pembahasan penting terkait kondisi dan masa depan Soppeng.
Beberapa pengunjung cafe bahkan sempat penasaran dengan obrolan serius yang berlangsung cukup lama di salah satu sudut tempat tongkrongan yang dikenal aktif menjadi ruang diskusi masyarakat tersebut.
Tidak sedikit yang menilai, pertemuan itu menyimpan pesan penting tentang arah pembangunan daerah dan kondisi sosial masyarakat saat ini.
Dalam suasana penuh keakraban, keduanya disebut membahas berbagai persoalan strategis yang sedang menjadi perhatian publik. Mulai dari penguatan kontrol sosial, peran media di tengah derasnya arus informasi digital, hingga pentingnya menjaga stabilitas daerah agar pembangunan tetap berjalan kondusif.
Dalam kesempatan itu, Mahmud Cambang menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata. Menurutnya, semua elemen harus ikut mengambil peran, termasuk media, organisasi sosial, pemuda, dan masyarakat sipil.
“Daerah ini butuh pengawasan yang sehat. Kritik itu penting, tapi harus menjadi energi perbaikan, bukan memperkeruh keadaan,” ungkapnya dalam perbincangan tersebut.
Ia juga menilai komunikasi lintas elemen menjadi salah satu cara menjaga demokrasi lokal tetap hidup.
Dengan adanya ruang dialog seperti ini, perbedaan pandangan dinilai dapat dipertemukan dalam semangat mencari solusi bersama.
Sementara itu, Pimpinan Media Rilisinfonews.id Andi Irfan menyoroti semakin besarnya tantangan media saat ini.
Menurutnya, media tidak cukup hanya berlomba menjadi yang tercepat, tetapi juga harus mampu menjaga kualitas informasi agar tidak memicu perpecahan di tengah masyarakat.
Di era digital yang dipenuhi berbagai informasi liar dan belum tentu benar, media dinilai memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan berita yang mencerahkan dan edukatif bagi publik.
Pertemuan di La Daffa Cafe dan Coffee itu pun dinilai banyak pihak sebagai simbol pentingnya budaya silaturahmi dan dialog sehat di tengah dinamika sosial masyarakat. Apalagi, saat ini daerah menghadapi berbagai tantangan mulai dari ekonomi, pendidikan, tata kelola pemerintahan, hingga isu lingkungan yang membutuhkan perhatian bersama.
Menariknya, lokasi pertemuan juga menjadi sorotan. Cafe yang dikenal sebagai salah satu tempat berkumpulnya anak muda, aktivis, hingga pegiat sosial itu kembali menunjukkan fungsinya bukan sekadar tempat nongkrong, tetapi juga ruang bertukar ide dan membangun jejaring sosial masyarakat.
Di tengah situasi yang sering dipenuhi perdebatan di media sosial, publik justru berharap lebih banyak ruang diskusi seperti ini hadir di tengah masyarakat. Sebab, pembangunan daerah dinilai akan lebih mudah tercapai jika semua pihak mampu duduk bersama dan membangun komunikasi yang sehat.
Pertemuan sederhana sambil ngopi itu akhirnya menyisakan satu pesan penting bagi masyarakat Soppeng: perbedaan pandangan tidak harus berujung pertentangan, tetapi bisa menjadi jalan untuk melahirkan solusi demi masa depan daerah yang lebih maju, terbuka, dan berdaya saing.
(Red)
