Tangis Pecah Saat 387 Jamaah Haji Soppeng Diberangkatkan Tengah Malam, Satu Jemaah Mendadak Dievakuasi Ambulans ! -->
  • Jelajahi

    Copyright © kabartujuhsatu.news
    Best Viral Premium Blogger Templates

     


    Daftar Blog Saya

    Tangis Pecah Saat 387 Jamaah Haji Soppeng Diberangkatkan Tengah Malam, Satu Jemaah Mendadak Dievakuasi Ambulans !

    Kabartujuhsatu
    Senin, 20 April 2026, April 20, 2026 WIB Last Updated 2026-04-21T01:22:54Z
    masukkan script iklan disini

    Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Suasana haru bercampur tegang menyelimuti pelepasan ratusan calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Soppeng yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) pertama, Senin malam (20/4/2026).


    Tangis keluarga pecah ketika satu per satu jemaah mulai menaiki bus, namun momen tersebut sempat berubah menegangkan saat seorang jemaah perempuan tiba-tiba mengalami gangguan kesehatan dan harus dievakuasi menggunakan ambulans.


    Sebanyak 387 calon jemaah haji resmi diberangkatkan menuju Asrama Haji Sudiang Makassar melalui prosesi khidmat di Gedung Serbaguna Lapatau Soppeng.


    Pelepasan dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, yang hadir mewakili Bupati Soppeng yang tengah berada di Jakarta menghadiri rapat koordinasi bersama Menteri Pertanian.


    Sejak sore hari, ratusan keluarga sudah memadati lokasi. Mereka datang mengantar orang tua, kerabat, hingga tetangga yang akan menunaikan rukun Islam kelima.


    Tangis haru tak terbendung ketika para jemaah mulai berjalan menuju bus. Pelukan erat, lambaian tangan, hingga doa-doa lirih mengiringi langkah para tamu Allah menuju perjalanan suci.


    Beberapa keluarga terlihat tak kuasa menahan air mata. Ada yang terus menggenggam tangan orang tuanya, ada pula yang memeluk erat sebelum pintu bus ditutup.


    Momen tersebut menjadi perpisahan penuh emosional, mengingat perjalanan ibadah haji membutuhkan waktu panjang dan tidak semua keluarga bisa mendampingi.


    Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa keberangkatan calon jemaah haji bukan sekadar perjalanan biasa.


    Ia menyebut momentum tersebut sebagai perjalanan spiritual yang penuh makna dan harus diiringi doa seluruh masyarakat.


    “Kami mengantar dengan doa agar seluruh calon jemaah haji diberi kelancaran dalam menjalankan ibadah di Tanah Suci dan kembali sebagai haji yang mabrur,” ujarnya di hadapan ratusan jemaah dan keluarga.


    Ia juga mengingatkan para jemaah agar menjaga nama baik daerah selama berada di Tanah Suci. Selain itu, kesempatan ibadah diminta dimanfaatkan untuk memperbanyak doa, termasuk mendoakan daerah serta para pemimpin agar diberi kemudahan dalam menjalankan amanah.


    Tak hanya itu, para jemaah juga diimbau menjaga kondisi fisik sejak perjalanan menuju Makassar. Wakil Bupati meminta waktu di perjalanan dimanfaatkan untuk beristirahat agar kondisi tetap prima saat memasuki Asrama Haji.


    Namun menjelang keberangkatan, suasana yang awalnya penuh haru mendadak berubah tegang. Salah seorang jemaah perempuan tiba-tiba terlihat lemas dan berkeringat dingin.


    Ia mengeluhkan rasa tidak nyaman di bagian dada sehingga membuat keluarga panik.


    Petugas medis yang sudah bersiaga langsung memberikan pertolongan pertama di lokasi. Jemaah tersebut didampingi keluarga dan diperiksa lebih lanjut sebelum akhirnya diputuskan untuk tetap diberangkatkan dengan pengawasan khusus.


    Karena kondisinya yang memerlukan perhatian intensif, jemaah tersebut tidak diberangkatkan bersama rombongan bus. Ia dievakuasi menggunakan ambulans menuju Makassar dengan pendampingan tenaga medis.


    Pihak keluarga menyebutkan bahwa jemaah tersebut memiliki riwayat penyakit jantung sehingga membutuhkan penanganan khusus selama perjalanan.


    Insiden tersebut sempat membuat suasana pelepasan menjadi hening. Banyak jemaah dan keluarga ikut memanjatkan doa agar kondisinya segera membaik.


    Setelah ambulans diberangkatkan dan kondisi jemaah berangsur stabil, prosesi pelepasan kembali dilanjutkan. Bus-bus yang membawa ratusan calon jemaah haji kemudian mulai meninggalkan lokasi secara bertahap. 


    Wakil Bupati juga menyampaikan bahwa total calon jemaah haji asal Kabupaten Soppeng tahun ini mencapai 961 orang. Kloter pertama yang berjumlah 387 orang menjadi awal dari rangkaian keberangkatan menuju Tanah Suci.


    Keberangkatan ratusan jemaah tersebut berlangsung penuh khidmat. Doa-doa keluarga terus mengiringi perjalanan mereka menuju Makassar, dengan harapan seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar, sehat, dan kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.


    Di tengah malam yang penuh haru, ratusan langkah menuju Tanah Suci dimulai, meninggalkan keluarga, membawa doa, dan menyimpan harapan besar untuk kembali sebagai haji yang dimuliakan.


    (Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini