PB IMPS Periode 2026–2028 Bikin Gebrakan! Soroti Nasib Mahasiswa Soppeng di Perantauan, Soal Asrama hingga Beasiswa Jadi Sorotan
Makassar, Kabartujuhsatu.news, Dua mantan aktivis organisasi kemahasiswaan di Sulawesi Selatan membuat langkah mengejutkan dengan terjun langsung ke industri rokok. Tak tanggung-tanggung, mereka langsung meluncurkan produk baru bernama BOOMING, yang diklaim memiliki kualitas premium namun dijual dengan harga yang sangat terjangkau.
Kedua sosok tersebut adalah Andi Akbar, alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Wajo, bersama rekannya Ayu Sri Rahman yang merupakan alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Gowa Raya.
Berbekal pengalaman organisasi serta jaringan luas, keduanya optimistis produk rokok yang mereka hadirkan mampu bersaing dengan merek besar yang telah lama menguasai pasar.
Peluncuran rokok BOOMING ini disebut-sebut sebagai strategi berani di tengah persaingan industri rokok yang sangat ketat. Namun, mereka percaya diri karena produk yang dihadirkan telah melalui proses seleksi bahan baku dan standar produksi yang ketat. Bahkan, kualitasnya disebut setara dengan rokok kelas atas yang saat ini beredar di pasaran.
Yang paling menarik perhatian adalah harga jualnya. Rokok BOOMING dibanderol hanya Rp20.000 per bungkus. Harga ini dinilai sangat kompetitif dan berpotensi menarik perhatian konsumen, khususnya di daerah dengan pasar rokok yang kuat.
Untuk memastikan kualitas dan kontinuitas produksi, keduanya menggandeng perusahaan rokok berpengalaman, PT. MBS. Kerja sama ini mencakup proses produksi, pengemasan, hingga distribusi. Dengan dukungan tersebut, produk BOOMING diharapkan dapat langsung menembus pasar tanpa kendala berarti.
“Kami memulai usaha ini dengan semangat yang sama saat aktif berorganisasi, yaitu memberikan manfaat yang luas. Kami ingin menghadirkan produk berkualitas dengan harga yang bisa dijangkau masyarakat,” ungkap Andi Akbar.
Tak hanya itu, Kabupaten Soppeng menjadi target utama dalam strategi pemasaran awal. Hal ini bukan tanpa alasan. Wilayah tersebut dinilai memiliki potensi pasar rokok yang besar di kawasan Indonesia Timur. Karena itu, distribusi awal difokuskan ke Soppeng dan wilayah sekitarnya.
Langkah ini juga didukung oleh pengalaman panjang keduanya dalam dunia organisasi. Kemampuan manajerial, jaringan yang luas, serta pengalaman memimpin menjadi modal penting dalam membangun bisnis baru ini dari nol hingga siap bersaing.
Saat ini, rokok BOOMING sudah mulai didistribusikan secara bertahap di sejumlah daerah di Sulawesi Selatan. Respons pasar awal disebut cukup positif, terutama dari kalangan pedagang dan konsumen yang mencari alternatif rokok berkualitas dengan harga lebih terjangkau.
Dengan strategi harga agresif, kualitas premium, serta jaringan distribusi yang mulai terbentuk, kehadiran rokok BOOMING diprediksi akan menjadi warna baru di pasar rokok lokal. Apakah produk ini benar-benar akan “booming” sesuai namanya? Menarik untuk ditunggu perkembangan selanjutnya.
(Red)
Komentar
Posting Komentar