FLS3N dan 02SN Tingkat Kecamatan, SDN 7 Salotungo Borong Juara di Lalabata, Bukan Cuma Prestasi, Sikap Siswanya Bikin Semua Terdiam!”

Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Siapa sangka, sebuah sekolah dasar di sudut Kecamatan Lalabata tiba-tiba menjadi perbincangan hangat? Ya, SDN 7 Salotungo sukses mencuri perhatian publik setelah tampil nyaris sempurna dalam ajang FLS3N dan O2SN tingkat kecamatan tahun 2026. Kamis (30/4).

Bukan sekadar menang, mereka mendominasi hampir semua cabang lomba! Dari total 12 kategori yang diikuti, sebagian besar berhasil dibawa pulang sebagai kemenangan. Tapi tunggu dulu, yang membuat semua orang tercengang ternyata bukan hanya soal jumlah pialanya!

Sejak awal perlombaan, para siswa SDN 7 Salotungo sudah menunjukkan aura berbeda. Penampilan mereka bukan hanya soal teknik, tapi juga mental juara yang matang.

Di cabang Pencak Silat Putra, Ahmad Dzaki Al Kautsar tampil tanpa cela. Di arena Bulutangkis Putri, Aqila Uthailah Putri Dafa tak terbendung. Sementara itu, Syafa Tufatul Rizki sukses membuat juri terpukau lewat karya menulis cerita yang penuh makna.

Tak berhenti di situ, penampilan pantomim duet Andi Arsyil Kurniawan dan Nur Fadil Akbar bahkan disebut sebagai salah satu yang paling menghibur dan berkelas tahun ini.

Dan di panggung seni suara, Andi Zahra Yusri Andita berhasil memikat hati juri dengan suara emasnya!

Meski tak semuanya di posisi pertama, dominasi tetap terasa. Nadifa Ayu Qanita (Pencak Silat Putri) dan Andi Safira Nayara Qisya (Atletik) tampil luar biasa dan mengamankan posisi Juara 2.

Sementara barisan Juara 3 seperti Aqila Almeera Ramadhani (Mendongeng), Muhammad Ghofran Pratama (Bulutangkis Putra), dan Muhammad Yusuf Bintang Al Gazali (Renang) mempertegas satu hal bahwa SDN 7 Salotungo tidak punya titik lemah!

Di tengah euforia kemenangan, publik justru dibuat kagum oleh hal yang jarang terjadi…

Para siswa tetap rendah hati.
Tidak ada selebrasi berlebihan. Tidak ada sikap meremehkan lawan. Yang terlihat justru saling menghargai, sopan santun, dan rasa syukur yang tulus.

“Ini yang bikin kami terharu,” ungkap salah satu orang tua yang hadir.

“Mereka menang, tapi tetap membumi.” katanya.

Ternyata, keberhasilan ini bukan kebetulan. Di balik layar, ada pembinaan disiplin, peran aktif guru, dan dukungan penuh orang tua yang terus mengawal proses anak-anak ini.
Pihak sekolah sendiri menegaskan bahwa tujuan utama bukan sekadar juara.

“Kami ingin membentuk karakter. Juara itu bonus,” ujar salah satu perwakilan sekolah.

Tak heran jika kini SDN 7 Salotungo semakin dipercaya masyarakat. Bukan hanya karena prestasi, tapi karena nilai-nilai yang mereka tanamkan.

Di tengah dunia pendidikan yang sering fokus pada angka, sekolah ini justru membuktikan bahwa akhlak tetap nomor satu.

Dari ajang ini, satu pesan kuat tersampaikan: Sekolah hebat bukan hanya yang mencetak juara, tapi yang mampu menjaga hati tetap rendah di puncak prestasi.

Dan SDN 7 Salotungo?
Mereka telah membuktikannya.

(Red)

Lebih baru Lebih lama
Premium By Raushan Design With Shroff Templates