Papua, Kabartujuhsatu.news,—
Nama Bang Aris meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat Papua, khususnya warga Nduga yang pernah merasakan langsung kepedulian dan pengabdiannya selama bertahun-tahun.
Bagi sebagian masyarakat Nduga, Bang Aris bukan sekadar sosok yang pernah hadir di tengah mereka. Kebaikan dan keberaniannya tetap dikenang, terutama karena ia bersedia membantu masyarakat di tengah kondisi wilayah yang penuh tantangan.
Hal tersebut diungkapkan Yanius Kogoya, Sabtu (19/9/2026).
Menurut Yanius, Bang Aris Sanda memahami betul medan yang dihadapinya, termasuk situasi konflik yang sewaktu-waktu dapat mengancam keselamatan. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan langkahnya untuk membantu masyarakat.
“Rakyat Papua yang pernah menerima kebaikan Abang tetap mengingat kebaikannya,” ungkap Yanius.
Aris Sanda saat dipaksa dukung Papua Merdeka lalu ditembak mati dan mobilnya dibakar (ist).
Ia menuturkan, Bang Aris kerap membantu masyarakat Nduga, termasuk mengantar mama-mama menuju akses jalan Trans Wamena-Nduga. Ia juga disebut membantu mengantar para pelajar serta mendatangi masyarakat di pelosok yang membutuhkan bantuan.
Perjalanan menuju wilayah pelosok bukan perkara mudah. Kondisi jalan yang rusak, terjal dan medan yang sulit tidak menjadi alasan bagi Bang Aris untuk berhenti membantu.
“Abang tahu medan konflik, tetapi tetap mempertaruhkan nyawa untuk membantu masyarakat Nduga,” tutur Yanius.
Pengabdian itu bahkan berlangsung selama belasan tahun. Bang Aris disebut bersedia menjalani penempatan di Papua bersama istrinya dan mengabdikan diri dalam waktu yang panjang.
Bagi Yanius, pengabdian tersebut bukan sesuatu yang mudah dilupakan. Jejak kebaikan yang ditinggalkan Bang Aris telah menjadi bagian dari ingatan masyarakat yang pernah dibantunya.
“Selamat, Abang. Kebaikanmu tetap dikenang oleh rakyat Papua,” kata Yanius.
(Red)

