Wakil Gubernur Sulsel Dorong Budaya Kelola Sampah Sejak Dini di Sidrap -->
  • Jelajahi

    Copyright © kabartujuhsatu.news
    Best Viral Premium Blogger Templates

     


    Daftar Blog Saya

    Wakil Gubernur Sulsel Dorong Budaya Kelola Sampah Sejak Dini di Sidrap

    Kabartujuhsatu
    Jumat, 10 April 2026, April 10, 2026 WIB Last Updated 2026-04-10T12:24:20Z
    masukkan script iklan disini


    Sidrap Kabartujuhsatu.news, Kunjungan kerja Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, ke Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menjadi momentum penting dalam mendorong kesadaran lingkungan, khususnya di kalangan pelajar.


    Pada Jumat (10/4/2026), ia menyambangi SMP Muhammadiyah Boarding School (MBS) Rappang yang terletak di Kecamatan Panca Rijang.


    Dalam agenda tersebut, Fatmawati hadir bersama sejumlah pejabat daerah, di antaranya Wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah, serta jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah dari tingkat provinsi hingga kabupaten.


    Kehadiran rombongan disambut hangat oleh pihak sekolah, guru, dan para siswa yang tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan.


    Dalam arahannya, Fatmawati Rusdi menyampaikan pesan dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, terkait pentingnya penerapan program “ASRI” yang merupakan akronim dari Aman, Sehat, Resik, dan Indah

    .

    Program ini, menurutnya, tidak sekadar menjadi slogan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.


    Ia menekankan bahwa persoalan sampah perlu dipandang dari sudut yang lebih konstruktif.


    Sampah, kata dia, bukan hanya limbah yang harus dibuang, tetapi juga memiliki potensi ekonomi apabila dikelola dengan baik. Oleh karena itu, edukasi tentang pemilahan sampah organik dan anorganik harus dimulai sejak dini, terutama di lingkungan sekolah.


    “Kesadaran untuk mengelola sampah harus dibangun dari sekarang. Jika kita mampu memilah dan mengolahnya dengan benar, sampah bisa menjadi sumber nilai ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya di hadapan para siswa.


    Fatmawati juga memberikan apresiasi kepada SMP MBS Rappang yang dinilai telah menunjukkan inovasi dalam pengelolaan sampah.


    Upaya yang dilakukan oleh sekolah tersebut dianggap mampu menjadi contoh bagi masyarakat luas, khususnya di Kabupaten Sidrap, dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.


    Sebagai bentuk dukungan nyata, Wakil Gubernur menyerahkan bantuan berupa bibit tanaman alpukat serta vitamin kepada para siswa secara simbolis.


    Bantuan ini diharapkan dapat mendukung program penghijauan sekaligus meningkatkan kesehatan peserta didik.



    Tidak hanya di lingkungan sekolah, rombongan juga melakukan peninjauan ke Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) di Kelurahan Rappang.


    Di lokasi ini, Fatmawati melihat langsung bagaimana masyarakat setempat mengelola limbah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.


    Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat menghasilkan solusi nyata terhadap persoalan lingkungan.


    Sementara itu, Wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah, menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan kerja yang dilakukan oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan.


    Ia menilai kehadiran pimpinan daerah tingkat provinsi ini menjadi dorongan moral bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus meningkatkan kesadaran dalam pengelolaan sampah.


    Menurutnya, edukasi dan pembinaan yang berkelanjutan sangat diperlukan agar perubahan perilaku masyarakat dapat terjadi secara menyeluruh.


    Ia berharap program-program yang diinisiasi pemerintah provinsi dapat bersinergi dengan kebijakan daerah demi menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.


    Menutup rangkaian kegiatan di Kecamatan Panca Rijang, Fatmawati Rusdi melanjutkan kunjungan ke SMA Negeri 7 Sidrap.


    Di sekolah tersebut, ia kembali meninjau sistem pengelolaan sampah yang diterapkan, sekaligus memastikan bahwa upaya menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan ramah lingkungan terus berjalan secara konsisten.


    Kunjungan ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga mampu menanamkan kesadaran kolektif bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari langkah-langkah kecil, termasuk dari lingkungan sekolah.


    (Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini