VIRAL!! Oknum Kompol di Sumut Diduga Berulah Lagi, APPI Murka: “Jangan Cuma Patsus, PECAT SAJA!”


Medan, Kabartujuhsatu.news, Jagat media sosial kembali diguncang! Sebuah video yang memperlihatkan dugaan aksi tak pantas seorang oknum perwira polisi di Sumatera Utara mendadak viral dan jadi perbincangan panas publik.

Oknum tersebut diketahui berinisial DK, berpangkat Kompol, dan pernah bertugas di Unit Narkoba Polda Sumut.

Dalam video yang beredar luas, ia diduga tengah bersama seorang wanita di sebuah lokasi di kawasan Gatot Subroto, Medan, bahkan disebut-sebut menggunakan alat yang memicu kontroversi publik.

Netizen pun geram! Banyak yang menilai tindakan tersebut telah mencoreng nama baik institusi kepolisian yang selama ini berupaya membangun citra positif di mata masyarakat.

Tak tinggal diam, DPW Asosiasi Pewarta Pers Indonesia (APPI) Sumut langsung bersuara keras. Dipimpin oleh Hardep S.H, mereka secara tegas meminta Kapolri melalui Kapolda Sumut untuk menjatuhkan sanksi tegas berupa PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat) kepada Kompol DK.

“Jangan hanya dipatsus! Ini sudah berulang kali mencoreng institusi. Harus ada ketegasan!” tegas perwakilan APPI.

Fakta mengejutkan lainnya, kasus ini ternyata bukan yang pertama. DPW APPI Sumut sebelumnya sudah melaporkan Kompol DK ke Propam serta ke satuan tempatnya bertugas saat ini, yakni Direktorat Samapta Polda Sumut.

Bahkan, jajaran APPI sempat bertemu langsung dengan Direktur Samapta, Kombes Pol Sigid Haryadi, untuk membahas kasus tersebut. Namun saat itu, pihak kepolisian menyatakan bahwa kejadian terjadi saat DK masih bertugas di Narkoba dan penanganannya diserahkan ke Propam.

Kini tekanan publik semakin kuat. APPI Sumut menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas, dan memastikan Kompol DK benar-benar mendapatkan sanksi yang setimpal.

“Kalau tetap dipertahankan, ini akan jadi bom waktu dan terus jadi sorotan publik!” ujar mereka.

Pertanyaan besar kini menggantung:
Apakah institusi Polri akan bertindak tegas atau kembali menuai kritik publik?

Masyarakat menanti langkah nyata, bukan sekadar sanksi ringan. Kasus ini pun diprediksi masih akan terus memanas dalam beberapa waktu ke depan.

(Rezki Zulianda) 

Lebih baru Lebih lama
Premium By Raushan Design With Shroff Templates