Yogyakarta, Kabartujuhsatu.news, Suasana panas Grand Final Proliga 2026 di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Sabtu malam, mendadak jadi sorotan nasional. Bukan hanya karena drama pertandingan yang menegangkan, tetapi juga karena kehadiran tokoh politik daerah yang ikut turun langsung memberikan dukungan di tribun penonton.
Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Soppeng, Mohamad Candra Muchtar, menjadi perhatian publik setelah terlihat hadir langsung menyaksikan laga final yang mempertemukan dua raksasa voli putra Indonesia, yakni Jakarta LavAni Livin' Transmedia melawan Jakarta Bhayangkara Presisi dalam ajang Proliga 2026. Sabtu (25/4/2026).
Kehadiran Mohamad Candra bukan sekadar formalitas. Ia terlihat aktif memberikan dukungan penuh kepada LavAni dari tribun penonton. Bahkan, ia mengaku sengaja datang langsung dari Yogyakarta untuk menyaksikan laga puncak tersebut.
“Ini bukan hanya soal menonton pertandingan, tetapi soal memberikan dukungan moral langsung kepada tim yang sudah mengharumkan nama Indonesia di dunia olahraga,” ungkapnya.minggu (26/4).
Pertandingan final berlangsung sengit sejak awal. Namun LavAni tampil dominan dan berhasil menaklukkan Bhayangkara Presisi dengan skor 3-1 (25-22, 25-20, 18-25, 25-22).
Kemenangan ini sekaligus memastikan LavAni kembali mengangkat trofi juara Proliga 2026.
Tim asuhan David Lee ini menunjukkan konsistensi permainan luar biasa sejak set pertama hingga akhir pertandingan.
Kemenangan ini juga mempertegas dominasi LavAni dalam beberapa musim terakhir.
Klub ini sendiri didirikan oleh Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, dengan nama Jakarta LavAni Livin' Transmedia yang berasal dari singkatan “Love Ani”, sebagai bentuk penghormatan kepada mendiang Ibu Ani Yudhoyono.
LavAni berdiri pada 1 Desember 2019 dan kini telah menjadi salah satu kekuatan terbesar dalam dunia voli nasional dengan koleksi gelar juara yang terus bertambah.
Dalam keterangannya, Mohamad Candra menyampaikan harapan besar agar LavAni terus mempertahankan prestasi dan menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia.
Ia menilai keberhasilan LavAni bukan hanya karena kualitas pemain, tetapi juga karena semangat kebersamaan, disiplin tinggi, dan manajemen klub yang solid.
“Semoga LavAni terus menjadi contoh bagi klub lain di Indonesia,” ujarnya.
Kehadiran tokoh politik daerah di laga final, ditambah kemenangan dramatis LavAni, membuat pertandingan ini menjadi salah satu sorotan olahraga nasional paling hangat pekan ini.
Banyak pengamat menilai, Proliga 2026 menjadi salah satu musim paling kompetitif dalam sejarah bola voli Indonesia.
(Red)






