Jakarta, Kabartujuhsatu.news, Siapa sangka, komoditas yang dulu kerap dipandang sebelah mata kini justru menjadi primadona pasar nasional. Jengkol asal Kabupaten Luwu Utara sukses menembus pasar besar seperti Jakarta dan sekitarnya, membawa angin segar bagi perekonomian daerah.
Transformasi ini bukan terjadi dalam semalam. Luwu Utara yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu daerah dengan tingkat kemiskinan cukup tinggi di Sulawesi Selatan, kini perlahan bangkit melalui sektor pertanian dan perkebunan. Jengkol menjadi salah satu komoditas unggulan yang mengangkat nama daerah tersebut ke tingkat nasional.
Bupati Andi Abdullah Rahim mengungkapkan bahwa produksi jengkol di wilayahnya mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, pada tahun 2025 saja, Luwu Utara mampu memasok sekitar 5.000 ton jengkol ke berbagai daerah di Indonesia.
“Alhamdulillah, jengkol Luwu Utara sekarang sudah masuk pasar nasional, termasuk Jakarta dan sekitarnya,” ujarnya. Senin (6/4/2026).
Tak tanggung-tanggung, nilai ekonomi dari komoditas ini diperkirakan mencapai Rp83 miliar. Angka ini menjadikan jengkol sebagai salah satu penyumbang penting dalam peningkatan pendapatan daerah.
Lebih mengejutkan lagi, Luwu Utara kini tercatat sebagai pemasok jengkol terbesar ke Jakarta dari wilayah Sulawesi Selatan. Tingginya permintaan menunjukkan bahwa komoditas ini memiliki prospek cerah di masa depan.
Keberhasilan ini tidak lepas dari peran aktif pemerintah daerah yang terus mendorong peningkatan produksi. Berbagai program telah dijalankan, mulai dari pendampingan petani, penyediaan bibit unggul, hingga membuka akses pasar yang lebih luas.
Langkah tersebut terbukti efektif. Selain meningkatkan produksi, kualitas jengkol juga semakin terjaga sehingga mampu bersaing di pasar nasional.
Dampaknya pun dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya para petani. Dengan harga jual yang semakin baik dan permintaan yang terus meningkat, pendapatan mereka ikut terdongkrak.
Kini, harapan baru pun mulai tumbuh. Pemerintah Kabupaten Luwu Utara optimistis bahwa jengkol tidak hanya akan menjadi ikon pertanian daerah, tetapi juga memiliki peluang besar untuk menembus pasar ekspor.
Jika tren positif ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin jengkol dari Luwu Utara akan menjadi salah satu komoditas unggulan Indonesia di kancah internasional.
(Red)









