Soppeng, Kabartujuhsatu.news,– Turnamen Mini Soccer Al Anbiya Cup 1 Soppeng Tahun 2026 menyuguhkan laga panas yang penuh drama.
Tim tuan rumah Al Anbiya 1 harus mengubur mimpi melaju ke semifinal setelah ditaklukkan tim Masempo Gift melalui adu penalti dengan skor 3-2, usai bermain imbang 1-1 di waktu normal.
Pertandingan yang berlangsung di Lapangan Sepak Bola Petta Langkanang, Sewo, Kelurahan Bila, Kecamatan Lalabata ini disaksikan ratusan penonton yang memadati pinggir lapangan. Sejak menit awal, kedua tim tampil agresif dengan ritme permainan cepat dan disiplin. Minggu sore (26/4/2026).
Al Anbiya 1 sempat membuat publik tuan rumah bersorak setelah berhasil unggul lebih dulu dengan skor 1-0.
Permainan tenang dan terstruktur dari skuad tuan rumah bahkan membuat sebagian penonton terkesan. Salah satunya Ibu Ellin yang mengaku kagum dengan pola permainan yang ditampilkan.
“Suamiku bilang, lihat permainan Al Anbiya 1 seperti nonton Liga Italia, ritmenya teratur dan tenang,” ujarnya sambil menirukan komentar sang suami.
Ibu Ellin yang juga owner Al Anbiya itu mengaku sejak SMP sudah menggemari sepak bola dan menjadikan AC Milan sebagai tim favoritnya.
Menurutnya, gaya bermain Al Anbiya 1 memang terlihat rapi dan tidak tergesa-gesa.
“Memang fakta kalau skil dari asuhan Pak Ambas saat bermain ritmenya teratur dan selalu tenang,” tambahnya.
Namun drama terjadi saat Masempo Gift mencetak gol balasan yang sempat luput dari pandangan wasit.
Situasi sempat memanas karena sebagian pemain dan penonton mengira gol tersebut tidak sah. Setelah berdiskusi dengan hakim garis yang juga panitia, wasit akhirnya mengesahkan gol tersebut.
Keputusan itu pun menjadi titik balik pertandingan. Skor berubah menjadi 1-1 dan bertahan hingga waktu normal berakhir, memaksa laga ditentukan lewat adu penalti.
Manajer Sewo Junior, Amrayadi Arafah, yang menyebut mayoritas pemain Al Anbiya berasal dari tim Sewo Junior, mengatakan permainan timnya sedikit terganggu setelah salah satu pemain kunci harus ditarik keluar.
“Ucu tidak bisa lanjut main dan terpaksa ditarik keluar, itu sedikit mempengaruhi ritme permainan,” jelasnya.
Meski kalah, ia tetap mengapresiasi keputusan wasit yang mengesahkan gol kontroversial tersebut demi menjaga sportivitas pertandingan.
“Satu hal yang membanggakan, setelah Al Anbiya unggul 1-0, ada gol Masempo Gift yang awalnya luput dari pandangan wasit. Tapi hakim garis setelah diskusi menyatakan gol. Andai gol itu tidak disahkan, citra panitia pasti rusak,” ungkapnya.
Adu penalti akhirnya menjadi penentu. Ketegangan terasa saat satu per satu penendang maju ke titik putih. Masempo Gift tampil lebih tenang dan memastikan kemenangan dengan skor 3-2.
Walaupun tersingkir, permainan Al Anbiya 1 tetap mendapat apresiasi dari penonton. Banyak yang menilai tim tuan rumah menunjukkan kualitas permainan yang rapi dan menjunjung tinggi sportivitas.
“Kami memang tidak lolos, tapi ada nilai sportivitas sebagai tuan rumah,” tandas Amrayadi yang juga panitia pelaksana dalam kegiatan itu.
Turnamen yang diikuti 16 tim peserta ini kini menyisakan delapan besar yang akan kembali bersaing menuju semifinal.
Drama di laga Al Anbiya 1 kontra Masempo Gift pun menjadi salah satu pertandingan paling menarik dan banyak diperbincangkan dalam gelaran Al Anbiya Cup 1 Soppeng 2026.
(Red)






