Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Suasana berbeda terlihat di Mako Polres Soppeng, Sabtu pagi (25/4/2026). Sejumlah siswa Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Sulawesi Selatan Angkatan 54 tampak serius mengikuti Latihan Kerja (Latja) yang difokuskan pada fungsi Intelijen dan Keamanan (Intelkam).
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WITA tersebut langsung menyita perhatian, karena menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter serta kemampuan praktis calon anggota Polri di lapangan.
Latihan kerja ini bukan sekadar kegiatan rutin. Para siswa mendapatkan pembekalan langsung dari personel berpengalaman yang sehari-hari menangani tugas Intelkam.
Materi yang diberikan meliputi pengenalan tugas pokok Intelkam, mekanisme pengumpulan bahan keterangan, analisis situasi keamanan, hingga praktik administrasi intelijen.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa dibagi dalam kelompok, dan untuk fungsi Intelkam Kelompok 2 tercatat sebanyak 15 siswa yang dijadwalkan mengikuti kegiatan.
Namun dari jumlah tersebut, 14 orang hadir sementara satu siswa diketahui izin. Meski demikian, kegiatan tetap berlangsung optimal dengan metode pembelajaran yang mengutamakan praktik langsung di lapangan.
Para siswa terlihat aktif mengikuti arahan dari para supervisor. Mereka tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga diajak memahami proses kerja Intelkam mulai dari perencanaan hingga pelaporan.
Hal ini dilakukan agar para siswa memiliki gambaran nyata tentang tugas kepolisian yang akan mereka jalankan setelah resmi menjadi anggota Polri.
Supervisor fungsi Intelkam dalam kegiatan ini dipimpin oleh Kasat Intelkam AKP Ahmad Saeni bersama jajaran, yang memberikan pendampingan langsung kepada para peserta diantaranya Iptu Heru Saptono selaku KBO Sat Intelkam Polres Soppeng, Aipda Amran, B., SH selaku P.S. Kaur Yanmin Sat Intelkam Polres Soppeng, dan Brigpol Irfan Evendi, SH selaku Ba Sat Intelkam Polres Soppeng.
Mereka menekankan pentingnya ketelitian, analisa cepat, serta kemampuan komunikasi dalam menjalankan tugas intelijen kepolisian.
Selain itu, para siswa juga diberikan simulasi penanganan situasi kamtibmas serta teknik pengumpulan informasi di lingkungan masyarakat.
Simulasi tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kemampuan adaptasi serta profesionalitas siswa saat menghadapi situasi nyata.
Latihan kerja ini dilaksanakan selama dua hari pada masing-masing satuan fungsi di Polres Soppeng secara bergiliran.
Seluruh rangkaian kegiatan Latja SPN Polda Sulsel Angkatan 54 sendiri dijadwalkan berlangsung hingga 7 Mei 2026. Selama periode tersebut, para siswa akan mendapatkan pengalaman langsung di berbagai fungsi kepolisian.
Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana, S.IK, M.IK dalam keterangannya menegaskan bahwa kegiatan Latja merupakan tahapan penting dalam membentuk kemampuan dasar calon anggota Polri. Menurutnya, pengalaman lapangan tidak bisa digantikan hanya dengan teori di kelas.
"Melalui kegiatan latihan kerja ini, kami berharap para siswa dapat menyerap ilmu dan pengalaman secara maksimal dari para senior di lapangan. Ini menjadi bekal penting dalam membentuk anggota Polri yang profesional, humanis, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujarnya.
Kapolres juga menegaskan komitmen Polres Soppeng dalam mendukung pembinaan generasi Polri yang Presisi. Ia menyebutkan bahwa sinergi antara lembaga pendidikan dan satuan kewilayahan menjadi faktor penting dalam mencetak personel yang unggul dan berintegritas.
"Polres Soppeng siap mendukung penuh kegiatan pendidikan dan pelatihan ini sebagai upaya mencetak personel Polri yang unggul, berintegritas, serta adaptif terhadap tantangan tugas ke depan, demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di tengah masyarakat," tambahnya.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan tertib. Para siswa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan disiplin tinggi. Latihan kerja ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman serta kemampuan praktis para peserta sebelum nantinya terjun langsung melayani masyarakat sebagai anggota Polri.







