Makassar, Dr. Supriansa, SH, MH, anggota Komisi III DPR RI periode 2019–2024, menghadiri Pertemuan Saudagar Bugis Makassar ke-26 yang digelar di Claro Hotel Makassar, Kamis (26/3/2026).
Kegiatan tahunan yang mengangkat tema “Saudagar Tangguh, Ekonomi Tumbuh” ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus forum strategis bagi para saudagar, tokoh nasional, serta kepala daerah untuk memperkuat kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
Dalam kesempatan tersebut, Supriansa yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Soppeng periode 2016–2018 tampak aktif berinteraksi dengan sejumlah tokoh penting yang hadir.
Kehadirannya mencerminkan komitmen dalam mendukung penguatan jaringan ekonomi berbasis kearifan lokal.
Suasana hangat terlihat ketika Supriansa duduk berdampingan dengan Andi Sumangerukka Gubernur Sulawesi Tenggara.
Momen kebersamaan itu turut diabadikan dan dibagikan melalui media sosial pribadinya.
Dalam unggahan tersebut, Supriansa menuliskan, “Pandangan searah dengan Bapak Gubernur Sulawesi Tenggara, PSBM Claro Makassar.” Kalimat itu menggambarkan adanya kesamaan visi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemberdayaan saudagar lokal.
Tak hanya itu, Supriansa juga berpose bersama sejumlah kepala daerah dan tokoh masyarakat, di antaranya Andi Rosman Bupati Wajo, Bupati Soppeng Suwardi Haseng, serta Wakil Bupati Soppeng Selle KS Dalle.
Kebersamaan tersebut menunjukkan eratnya hubungan antar pemimpin daerah dalam membangun sinergi lintas wilayah.
Salah satu momen menarik terlihat saat Supriansa berbincang santai dengan Suwardi Haseng dan Selle KS Dalle. Ketiganya tampak tersenyum dan tertawa lepas, menciptakan suasana penuh keakraban di sela-sela kegiatan resmi.
Dalam unggahan lainnya, Supriansa menuliskan dengan gaya santai, “Saya sudah lupa apa yang menjadi pembahasan di lobi Hotel Claro saat bertemu dua pemimpin Soppeng, Bapak Bupati dan Wakil Bupati.”
Namun demikian, ia juga menyampaikan pesan reflektif dari momen tersebut. Menurutnya, ekspresi kebersamaan itu menjadi pengingat bahwa tidak semua persoalan harus dihadapi dengan ketegangan.
“Jika dilihat dari tatapan dan senyum ketiganya, memberi sinyal bahwa tidak semua urusan harus dihadapi dengan tegang. Kadang-kadang harus dihadapi dengan senyum. Karena senyum biasanya memberi harapan baik,” tulisnya.
Forum PSBM ke-26 ini diharapkan dapat terus memperkuat peran saudagar Bugis-Makassar sebagai motor penggerak ekonomi, sekaligus menjembatani kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan.
(Red)











