Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Kebijakan pemindahan Kepala Sekolah SDN 7 Salotungo, Abdul Asis, menuai reaksi dari sejumlah orang tua siswa. Mereka mengaku kecewa atas keputusan tersebut karena menilai sosok Abdul Asis telah membawa banyak perubahan positif selama memimpin sekolah.
Salah satu orang tua siswa, Sahar, mengatakan bahwa Abdul Asis dikenal sebagai kepala sekolah yang aktif, berprestasi, serta memiliki banyak inovasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah tersebut.
Menurutnya, selama kepemimpinan Abdul Asis, berbagai program pembinaan siswa dan pembenahan lingkungan sekolah mulai terlihat berkembang.
Hal itu membuat para orang tua merasa kehilangan atas kepindahan kepala sekolah tersebut.
“Beliau dikenal dekat dengan siswa dan orang tua. Banyak perubahan yang dirasakan selama memimpin sekolah ini,” ujar Sahar.
Ia menyoroti kebijakan penempatan guru dan kepala sekolah yang dinilai perlu dievaluasi kembali oleh pihak terkait.
Sahar mengungkapkan bahwa hingga saat ini masih terdapat sejumlah sekolah di Kabupaten Soppeng yang belum memiliki guru agama maupun kepala sekolah definitif. Karena itu, ia mempertanyakan alasan pemindahan guru agama ke sekolah yang sebenarnya telah memiliki tenaga pengajar pada bidang yang sama.
Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan persoalan administrasi bagi guru, khususnya terkait sertifikasi. Sebab, guru yang harus mengajar di sekolah lain bisa mengalami kendala karena jam mengajar tidak tercatat di sekolah induk.
“Masih ada sekolah yang kekurangan guru agama bahkan belum memiliki kepala sekolah definitif. Kebijakan penempatan seharusnya mempertimbangkan kebutuhan setiap sekolah agar lebih merata,” kata Sahar, Selasa (12/5/2026).
Ia berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat melakukan evaluasi terhadap distribusi tenaga pendidik di Kabupaten Soppeng agar kebutuhan guru di setiap sekolah dapat terpenuhi secara adil.
Di sisi lain, masyarakat berharap agar kebijakan mutasi maupun penempatan kepala sekolah benar-benar memperhatikan kondisi dan kebutuhan sekolah, terutama sekolah yang dinilai telah menunjukkan perkembangan positif di bawah kepemimpinan tertentu.
(Red)
