Kepsek SDN 7 Salotungo Dipindah Jadi Guru Biasa, Program Revitalisasi Hampir Rp2 Miliar Jadi Sorotan


Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Mutasi Kepala Sekolah SDN 7 Salotungo, Kabupaten Soppeng, menjadi perbincangan di tengah masyarakat setelah yang bersangkutan dipindah tugaskan ke SDN 121 Salonro sebagai guru biasa. Perpindahan itu menjadi perhatian publik karena dilakukan di saat sekolah tersebut tengah menjalankan program revitalisasi dengan total anggaran hampir menyentuh angka Rp2 miliar.

Diketahui, kepala sekolah sebelumnya baru saja kembali dari Jakarta usai mengikuti pelatihan dan pembekalan terkait program revitalisasi sekolah.

Program tersebut memiliki nilai anggaran sebesar Rp1.863.585.724 yang diperuntukkan bagi pembangunan dan peningkatan sarana pendidikan di SDN 7 Salotungo.

Namun belakangan, muncul informasi terbaru bahwa terdapat tambahan anggaran untuk penataan lingkungan sekolah sebanyak dua paket kegiatan. Masing-masing paket disebut bernilai Rp50 juta sehingga total tambahan mencapai Rp100 juta.

Dengan adanya tambahan tersebut, maka total keseluruhan anggaran revitalisasi dan penataan lingkungan sekolah mencapai Rp1.963.585.724.

Besarnya nilai proyek tersebut membuat perhatian masyarakat tertuju pada proses pelaksanaan kegiatan setelah adanya pergantian kepala sekolah.

Sejumlah pihak mempertanyakan bagaimana kelanjutan program, termasuk struktur panitia yang sebelumnya telah dibentuk.

Ketua Komite SDN 7 Salotungo, Irwan, saat dikonfirmasi menegaskan bahwa sejauh ini tidak ada persoalan terkait panitia pelaksana kegiatan revitalisasi.

“Tidak ada masalah, panitia tetap berjalan. Kalaupun nantinya ada perubahan setelah kepala sekolah yang baru menjabat, tentu akan dirapatkan kembali,” ujarnya. Selasa (12/5/2026).

Pernyataan tersebut sekaligus menepis adanya isu bahwa pergantian kepala sekolah akan langsung membubarkan atau mengganti susunan panitia yang telah bekerja sejak awal program berjalan.

Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan revitalisasi memilih memberikan jawaban singkat saat ditanya mengenai kemungkinan perubahan dalam pelaksanaan program pasca pergantian kepala sekolah.

“Tergantung kepala sekolah yang baru,” katanya singkat.

Mutasi kepala sekolah di tengah berlangsungnya program revitalisasi bernilai besar ini memunculkan beragam tanggapan di masyarakat.

Sebagian menilai perpindahan tersebut merupakan hal biasa dalam birokrasi pendidikan, namun tidak sedikit pula yang mempertanyakan alasan mutasi dilakukan ketika program strategis sekolah sedang berjalan.

Apalagi, kepala sekolah sebelumnya diketahui telah mengikuti pelatihan khusus di Jakarta sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan revitalisasi.

Kondisi ini menimbulkan asumsi di tengah masyarakat mengenai efektivitas koordinasi program setelah pergantian pimpinan sekolah.

Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai alasan mutasi tersebut maupun kepastian apakah akan ada perubahan dalam mekanisme pelaksanaan revitalisasi di SDN 7 Salotungo.

Masyarakat berharap program revitalisasi yang menelan anggaran hampir Rp2 miliar itu tetap berjalan sesuai rencana, transparan, dan memberi manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan serta fasilitas belajar siswa di SDN 7 Salotungo.

(Red)

Lebih baru Lebih lama
Premium By Raushan Design With Shroff Templates