Makassar, Kabartujuhsatu.news, Pemerintah Kota Makassar terus menunjukkan keseriusannya dalam membenahi sistem pengelolaan sampah, khususnya di kawasan TPA Antang, Kecamatan Manggala.
Di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin yang akrab disapa Appi, pemerintah kota kini memprioritaskan pembangunan infrastruktur pendukung sebagai solusi atas persoalan klasik yang selama ini terjadi, yakni kemacetan akibat antrean panjang truk sampah.
Langkah konkret yang disiapkan salah satunya adalah pembangunan jalan akses menuju TPA Tamangapa.
Proyek ini telah dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026 dengan nilai mencapai Rp10,6 miliar.
Pembangunan jalan ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas armada pengangkut sampah yang selama ini kerap tersendat di jalur keluar masuk TPA.
Tak hanya itu, Pemerintah Kota Makassar juga merancang penataan kawasan sekitar melalui program pembangunan pedestrian yang menelan anggaran sekitar Rp12,65 miliar.
Penataan ini mencakup dua ruas jalan dan saat ini masih dalam tahap persiapan dokumen tender.
Munafri Arifuddin menegaskan bahwa pembenahan ini bukan sekadar proyek fisik semata, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperbaiki sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh.
“Kami ingin memastikan proses bongkar muat sampah berjalan lebih lancar, efisien, dan berkelanjutan. Ini bukan hanya soal jalan, tapi bagaimana sistemnya bisa tertata dengan baik,” ujarnya usai rapat bersama sejumlah dinas teknis.
Rapat tersebut melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), mulai dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum (PU), hingga Dinas Penataan Ruang.
Kolaborasi lintas sektor ini dinilai penting untuk merumuskan solusi komprehensif terhadap persoalan yang ada.
Masalah antrean panjang truk sampah yang sempat memicu kemacetan, terutama pasca arus mudik, menjadi perhatian serius pemerintah kota.
Untuk mengatasi kondisi tersebut dalam jangka pendek, Pemkot Makassar telah menurunkan tambahan alat berat guna mempercepat proses bongkar muat sampah di lokasi.
“Alat berat sudah kami tambah, dan akan terus ditingkatkan untuk mengurai antrean, sambil kita benahi sistem yang lebih permanen,” jelas Munafri. Jum'at (27/3/2026).
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya transformasi fungsi TPA. Menurutnya, TPA Antang tidak boleh lagi hanya menjadi tempat pembuangan akhir, melainkan harus berkembang menjadi kawasan pengelolaan sampah yang modern dan terintegrasi.
Hal ini mencakup penataan area, sistem penutupan (cover) sampah, pengaturan ketinggian timbunan, hingga pengelolaan sampah pendamping yang lebih optimal. Pemerintah kota pun mengklaim telah melihat sejumlah kemajuan dalam aspek tersebut.
Di sisi lain, Kepala Dinas PU Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, menjelaskan bahwa proyek infrastruktur ini merupakan bagian dari program strategis prioritas daerah.
Ia menyebut pembangunan jalan akses TPA Tamangapa saat ini masih dalam tahap persiapan dokumen perencanaan.
Selain itu, penataan pedestrian juga tengah disiapkan sebagai bagian dari upaya menciptakan kawasan yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi aktivitas di sekitar TPA.
“Seluruh program ini diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas sekaligus meningkatkan efektivitas sistem distribusi armada pengangkut sampah,” ujar Zuhaelsi.
Ke depan, Pemerintah Kota Makassar juga membuka peluang pengembangan teknologi pengolahan sampah, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Namun, rencana tersebut masih dalam tahap komunikasi dan kajian bersama pemerintah pusat.
Dengan berbagai langkah yang tengah disiapkan, Pemkot Makassar optimistis kawasan TPA Antang dapat bertransformasi menjadi sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, tertib, dan berkelanjutan.
(Red)











