Teguhkan Amanah dan Itqan, Spirit Kepemimpinan Islami di Ramadhan Leadership Camp Sulsel
  • Jelajahi

    Copyright © kabartujuhsatu.news
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Layanan Publikasi Media Online : Iklan, Berita, Banner

    Layanan Publikasi Media Online : Iklan, Berita, Banner
    Klik Gambar Inaproc Kabartujuhsatu di Kolom Pencarian

    Daftar Blog Saya

    Teguhkan Amanah dan Itqan, Spirit Kepemimpinan Islami di Ramadhan Leadership Camp Sulsel

    Kabartujuhsatu
    Senin, 23 Februari 2026, Februari 23, 2026 WIB Last Updated 2026-02-24T05:00:31Z
    masukkan script iklan disini


    Makassar, Kabartujuhsatu.news, Kepala Atase Agama Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi, Sheikh Ahmed bin Essa Al-Hazmi, menegaskan pentingnya kepemimpinan berbasis amanah, keikhlasan, dan profesionalisme (itqan) dalam Islam saat menjadi narasumber pada kegiatan Ramadhan Leadership Camp Sulsel yang digelar di Asrama Haji Makassar, Sudiang, Kota Makassar, Senin (23/2/2026).


    Kegiatan yang diikuti hampir 1.000 aparatur dan peserta lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan tersebut menghadirkan sesi bertajuk Spiritual Leadership, dimoderatori oleh Ustadz Zulkarnain Muhammad Sanusi.


    Dalam pemaparannya, Sheikh Ahmed mengawali dengan rasa syukur atas kesempatan hadir di Sulawesi Selatan. Ia juga menyampaikan apresiasi atas undangan yang diberikan serta kesan mendalam terhadap masyarakat Indonesia.


    “Bangsa Indonesia adalah bangsa yang mulia dan sangat mudah dicintai oleh siapa pun yang mengenalnya. Saya datang dalam rangka tugas, tetapi kecintaan kepada masyarakat Indonesia tumbuh sangat besar di hati,” ujarnya.


    Menurutnya, bulan suci Ramadhan bukan sekadar momentum ibadah personal, tetapi juga menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kepemimpinan dan pelayanan publik.


    Ia menegaskan bahwa Islam adalah agama yang universal, yang tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Allah, tetapi juga hubungan sosial, tata kelola pemerintahan, hingga etos kerja profesional.


    “Islam mengatur hak Allah, hak Rasul-Nya, hak masyarakat, dan hak pemerintah. Semua itu menjadi fondasi tegaknya kebaikan dalam kehidupan,” jelasnya.


    Sheikh Ahmed mengutip sabda Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam yang menyatakan bahwa setiap manusia adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas amanah yang diemban.


    Ia menekankan bahwa jabatan bukan sekadar posisi administratif, melainkan tanggung jawab moral dan spiritual yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Subhana Wa Ta’ala.


    Dalam konteks dunia kerja, ia memperkenalkan konsep itqan yakni bekerja secara profesional, berkualitas, tuntas, dan sempurna.


    Menurutnya, seorang Muslim tidak cukup hanya menjalankan tugas secara formal, tetapi harus mencintai pekerjaannya serta melandasinya dengan keikhlasan.


    “Pekerjaan yang dilakukan dengan ikhlas akan menghasilkan dua hal sekaligus, yakni al-ujrah (upah di dunia) dan al-ajr (pahala dari Allah). Orientasi kerja seorang Muslim tidak boleh semata-mata material, tetapi juga memberi manfaat bagi orang lain,” paparnya.


    Dalam sesi Ramadhan Leadership Camp Sulsel tersebut, Sheikh Ahmed membagi pesan kepemimpinan ke dalam dua kelompok utama, yakni pemimpin dan pegawai.


    Bagi pemimpin, terdapat tiga kewajiban utama yang harus dijalankan:


    Bersikap amanah dan adil terhadap seluruh pegawai tanpa diskriminasi.


    Memberikan motivasi (at-tahfiz) dan penghargaan agar pegawai mampu bekerja secara optimal.


    Meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam memimpin—tidak kasar, tetapi juga tidak terlalu longgar, sehingga tercipta keseimbangan dalam organisasi.


    Ia juga mengingatkan agar pemimpin menjauhi sikap zalim serta selalu hadir secara hati dan pikiran dalam setiap urusan, baik besar maupun kecil.


    “Kepemimpinan adalah amanah. Setiap keputusan, bahkan yang terlihat kecil, akan dimintai pertanggungjawaban,” tegasnya.


    Sementara itu, bagi pegawai, Sheikh Ahmed menekankan pentingnya ketaatan kepada atasan dalam koridor syariat, menjaga amanah dalam setiap tugas, serta bertanggung jawab atas seluruh fasilitas dan waktu kerja yang dipercayakan.


    Ia menegaskan bahwa setiap amanah akan ada hisabnya, termasuk detail kecil dalam pekerjaan sehari-hari.


    “Bahkan hal-hal kecil dalam pekerjaan akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah,” ujarnya.


    Ia juga mendorong aparatur untuk memiliki target kinerja yang jelas, berinovasi, serta memberikan kontribusi nyata di bidang masing-masing.


    "Pelayanan publik, lanjutnya, harus dijalankan dengan akhlak mulia dan tanpa membedakan latar belakang masyarakat.


    Pesan tentang kepemimpinan berbasis amanah dan itqan dalam Islam dinilai sangat relevan dengan kebutuhan tata kelola pemerintahan modern, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Sulawesi Selatan.


    Menutup pemaparannya, Sheikh Ahmed menegaskan bahwa nilai-nilai yang disampaikannya merupakan akhlak dasar seorang Muslim dalam bekerja dan memikul tanggung jawab.


    “Apa yang saya sampaikan adalah akhlak Muslim yang dibutuhkan oleh setiap orang yang bekerja dan memikul tanggung jawab, khususnya dalam kepemimpinan dan pelayanan publik,” pungkasnya.


    Ramadhan Leadership Camp Sulsel sendiri menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas spiritual dan kepemimpinan aparatur Pemprov Sulsel dalam menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.


    (Red) 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini