Makassar, Kabartujuhsatu.news, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) menggelar Ramadhan Leadership Camp yang diikuti sebanyak 851 pejabat dan aparatur sipil negara (ASN) dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD). Kegiatan ini berlangsung di Asrama Haji Sudiang, Makassar, dan menjadi momentum strategis dalam memperkuat kapasitas kepemimpinan, integritas, serta tata kelola pemerintahan selama bulan suci Ramadan.
Ramadhan Leadership Camp dibuka langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman. Senin (23/2/2026).
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Ramadan bukan hanya bulan ibadah, tetapi juga momentum refleksi diri bagi para pejabat publik untuk memperkuat komitmen terhadap pelayanan masyarakat.
“Ramadan adalah momentum refleksi dan penguatan karakter. Kepemimpinan yang kuat harus ditopang integritas dan tanggung jawab moral,” ujar Andi Sudirman di hadapan ratusan ASN yang hadir.
Kegiatan Ramadhan Leadership Camp Pemprov Sulsel dirancang untuk membangun birokrasi yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Melalui pembekalan kepemimpinan dan penguatan nilai integritas, diharapkan seluruh ASN mampu menjalankan tugas secara transparan serta bebas dari praktik penyimpangan.
Pemprov Sulsel menilai, peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur merupakan kunci dalam mendorong percepatan pembangunan daerah dan reformasi birokrasi.
Terlebih, Sulawesi Selatan sebagai salah satu provinsi strategis di kawasan timur Indonesia membutuhkan tata kelola pemerintahan yang adaptif dan responsif.
Dari sektor kelautan dan perikanan, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulawesi Selatan turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel, Dr. M. Ilyas, S.T., M.Sc., bersama Sekretaris Dinas, Dr. Hj. Sitti Masniah Djabir, S.Pi., M.P., mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pembekalan.
Keikutsertaan jajaran pimpinan DKP Sulsel dinilai penting mengingat sektor kelautan dan perikanan merupakan salah satu penopang utama perekonomian daerah.
Penguatan kepemimpinan dan tata kelola di sektor ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas program yang menyasar nelayan, pembudidaya ikan, serta pelaku usaha perikanan.
Dengan pembekalan yang diberikan, program strategis di bidang kelautan dan perikanan diharapkan dapat berjalan lebih optimal, transparan, dan akuntabel.
Ramadhan Leadership Camp Pemprov Sulsel menghadirkan sejumlah narasumber nasional dari berbagai kementerian dan lembaga strategis, di antaranya:
Kementerian Keuangan Republik Indonesia
Komisi Pemberantasan Korupsi
Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.
Materi yang diberikan meliputi penguatan integritas ASN, pengelolaan keuangan daerah yang akuntabel, strategi pencegahan korupsi, hingga wawasan kebangsaan dan bela negara.
Kehadiran narasumber nasional tersebut diharapkan mampu memperluas perspektif para peserta serta memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas pemerintahan secara profesional.
Selain pembekalan teknis dan manajerial, pendekatan spiritual selama bulan Ramadan menjadi bagian integral dalam kegiatan ini.
Nilai-nilai amanah, kejujuran, tanggung jawab, dan pengabdian kepada masyarakat ditekankan sebagai fondasi utama dalam membangun birokrasi yang bersih dan melayani.
Pemprov Sulsel berharap melalui Ramadhan Leadership Camp ini, seluruh pejabat dan ASN semakin solid, berintegritas, serta siap menghadirkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan profesional.
Dengan penguatan kepemimpinan di seluruh perangkat daerah, Sulawesi Selatan diharapkan mampu mendorong percepatan pembangunan berbasis potensi unggulan daerah serta meningkatkan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan.
(Red)




