Soppeng, Kabartujuhsatu.news,– Suasana halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng tampak berbeda pada Kamis (4/6/2026). Ratusan peserta dari berbagai kecamatan memadati lokasi pelaksanaan Gebyar PAUD tingkat Kabupaten Soppeng yang dibuka langsung oleh Bunda PAUD Kabupaten Soppeng, Hj Suwarni Suwardi.
Kegiatan tahunan ini bukan sekadar perlombaan biasa. Beragam penampilan anak usia dini, mulai dari hafalan Al-Qur'an hingga fashion show berbahan daur ulang, berhasil menyita perhatian para tamu undangan dan orang tua yang hadir.
Acara tersebut turut dihadiri Wakil Bunda PAUD Kabupaten Soppeng, pengurus Pokja Bunda PAUD, Dewan Pendidikan, unsur Kementerian Agama, organisasi profesi PAUD, perwakilan dunia usaha, komunitas, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya yang selama ini mendukung pengembangan pendidikan anak usia dini di Kabupaten Soppeng.
Ketua Panitia, Andi Nur Alam S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa Gebyar PAUD tahun ini menghadirkan berbagai cabang lomba yang dirancang untuk mengembangkan kemampuan anak dari berbagai aspek.
"Cabang lomba dibagi ke dalam tiga bidang utama, yaitu nilai islami, seni dan kreativitas, serta ketangkasan motorik," jelasnya.
Pada bidang nilai islami, peserta mengikuti lomba tahfidz Juz 30, hafalan doa harian, dan dai cilik. Sementara bidang seni dan kreativitas menghadirkan lomba menggambar dan mewarnai, bercerita menggunakan buku bergambar, hingga fashion show berbahan daur ulang yang menarik perhatian pengunjung.
Namun dari seluruh rangkaian lomba yang digelar, satu kegiatan menjadi sorotan utama. Lomba menggambar dan mewarnai dinilai unik karena melibatkan kerja sama langsung antara orang tua dan anak.
Dalam lomba tersebut, orang tua bertugas membuat sketsa gambar, sementara anak melanjutkan dengan mewarnai hasil karya tersebut. Konsep kolaboratif ini dinilai mampu mempererat hubungan emosional sekaligus membangun kreativitas anak sejak dini.
Banyak orang tua terlihat antusias mendampingi putra-putri mereka. Beberapa bahkan tampak serius berdiskusi menentukan bentuk gambar terbaik sebelum anak mulai mewarnai dengan penuh semangat.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng, Andi Sumange Rukka, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan PAUD sekaligus mendorong tumbuh kembang anak secara optimal.
Menurutnya, pendidikan anak usia dini tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga mencakup perkembangan sosial, emosional, perilaku, dan keterampilan motorik.
"Kami ingin memastikan anak-anak mendapatkan stimulasi yang tepat sejak usia dini melalui berbagai kegiatan yang menyenangkan dan edukatif," ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan berbagai pihak dalam pembangunan pendidikan anak usia dini, termasuk keterlibatan aktif orang tua, pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, hingga sektor swasta.
Sementara itu, dalam sambutannya, Bunda PAUD Kabupaten Soppeng Hj Suwarni Suwardi menyampaikan bahwa Gebyar PAUD menjadi wadah yang sangat penting bagi anak-anak untuk belajar tampil di depan umum, berinteraksi dengan teman sebaya, serta menumbuhkan rasa percaya diri.
Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya memberikan pengalaman berharga bagi peserta, tetapi juga menjadi momentum memperkuat sinergi seluruh pihak yang peduli terhadap pendidikan anak usia dini.
"Anak-anak dapat saling mengenal, berinteraksi, dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam suasana yang menyenangkan," katanya.
Ia juga mengajak seluruh instansi pemerintah daerah, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, dan pihak terkait lainnya untuk terus menjalankan program-program PAUD sesuai tugas dan fungsi masing-masing demi mendukung lahirnya generasi unggul di masa depan.
Di akhir sambutannya, Hj Suwarni Suwardi menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, guru, orang tua, dan berbagai pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.
Gebyar PAUD Kabupaten Soppeng tahun 2026 diikuti oleh perwakilan peserta dari seluruh kecamatan di Kabupaten Soppeng.
Kehadiran mereka menunjukkan tingginya semangat masyarakat dalam mendukung pendidikan anak usia dini sebagai fondasi utama pembentukan karakter dan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.
"Terimakasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam kegiatan ini, tandas Hj Suwarni Suwardi.
(Red)
