Toraja Utara, Kabartujuhsatu.news, Peredaran narkotika tidak mengenal batas wilayah. Karena itu, sinergi antarlembaga menjadi salah satu kunci untuk mempersempit ruang gerak peredaran gelap narkoba di Toraja Utara.
Komitmen tersebut mengemuka dalam kunjungan silaturahmi Kepala BNNK Tana Toraja, AKBP Ustim Pangarian, S.E., M.Si., bersama tiga anggota tim ke Polres Toraja Utara, Kamis (17/9/2026) pagi.
Rombongan diterima langsung Kapolres Toraja Utara AKBP Yoseph Adi R. Sudrajat, S.H., S.I.K., M.I.K., di ruang kerjanya, Panga', Kecamatan Tondon, Kabupaten Toraja Utara.
Pertemuan turut dihadiri Kasat Resnarkoba Polres Toraja Utara AKP Muhammad Arif, S.H., serta Kanit I Satresnarkoba IPDA Yosep Tikala, S.H., M.H.
Pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi agenda silaturahmi. Kedua institusi membahas penguatan koordinasi dan langkah strategis dalam pencegahan serta pemberantasan peredaran gelap narkotika di wilayah Toraja Utara.
Kapolres Toraja Utara AKBP Yoseph Adi R. Sudrajat menegaskan, penanganan persoalan narkotika membutuhkan kerja bersama, bukan hanya mengandalkan satu institusi.
“Kami sepakat untuk terus berkolaborasi dan saling mendukung dalam pelaksanaan tugas,” ujar Yoseph.
Menurutnya, koordinasi yang kuat antara kepolisian dan BNNK diperlukan agar upaya pemberantasan narkotika dapat berjalan lebih efektif, sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan dari dampak penyalahgunaan narkoba.
Polres Toraja Utara juga menyatakan dukungan terhadap program layanan Tim Asesmen Terpadu BNNK Tana Toraja. Program tersebut diharapkan dapat membantu menentukan langkah penanganan yang tepat, baik dari aspek hukum maupun rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkotika.
Sinergi kedua lembaga ini diharapkan tidak berhenti pada forum silaturahmi, tetapi berlanjut dalam koordinasi dan tindakan nyata di lapangan.
Pasalnya, pemberantasan narkotika membutuhkan respons yang terukur, berkelanjutan, serta melibatkan seluruh unsur terkait demi menciptakan Toraja Utara yang semakin terlindungi dari ancaman narkoba.
(Red)
