Kemnaker Bekali 416 Tenaga Kerja Maluku Utara, Siap Kerja hingga Buka Usaha

Kemnaker Bekali 416 Tenaga Kerja Maluku Utara, Siap Kerja hingga Buka Usaha


Ternate, Kabartujuhsatu.news, Sebanyak 416 tenaga kerja di Maluku Utara kini mengantongi kompetensi baru setelah menyelesaikan Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch IV yang digelar Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui BPVP Ternate dan Satpel PVP Sofifi.

Pelatihan tersebut tidak hanya diarahkan untuk mencetak tenaga kerja yang siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mendorong peserta mampu menciptakan peluang usaha secara mandiri.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mengatakan, pelatihan vokasi harus terus diselaraskan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Dengan demikian, kompetensi yang diberikan tidak berhenti pada sertifikat, tetapi benar-benar relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

“Penutupan pelatihan hari ini bukan berarti berakhirnya proses belajar. Ini adalah awal bagi para peserta untuk menerapkan kompetensi yang telah diperoleh di dunia nyata,” kata Afriansyah saat menutup PVN Batch IV sekaligus membuka Pelatihan Peningkatan Produktivitas di BPVP Ternate, Jumat (18/9/2026).

Menurutnya, keterampilan yang diperoleh peserta menjadi modal penting untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal. Terlebih, perubahan teknologi menuntut pekerja memiliki kemampuan beradaptasi dan terus mengembangkan kompetensinya.

Kemnaker juga mendorong lulusan yang belum langsung terserap dunia kerja agar tidak berhenti pada tahap mencari pekerjaan.

Mereka didorong mengubah keterampilan yang dimiliki menjadi peluang ekonomi melalui usaha mandiri, sekaligus membuka lapangan kerja baru.

“Kami mengimbau para lulusan untuk memanfaatkan kompetensi tersebut dalam mengembangkan usaha mandiri dan menciptakan lapangan kerja baru,” ujarnya.

Di sisi lain, Kemnaker juga memberikan Pelatihan Peningkatan Produktivitas di BPVP Ternate. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam menciptakan proses kerja yang lebih efektif, efisien, dan berkualitas.

Afriansyah menegaskan, produktivitas bukan semata-mata soal bekerja lebih cepat. Produktivitas juga menyangkut kemampuan menghasilkan nilai tambah dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan.

“Para peserta diharapkan mampu mengidentifikasi hambatan di tempat kerja dan menghadirkan solusi serta perbaikan yang berkelanjutan,” katanya.

Untuk PVN Batch IV di BPVP Ternate sendiri, sebanyak 176 peserta dinyatakan menyelesaikan pelatihan dari 11 paket kompetensi.

Jika digabung dengan pelaksanaan di Satpel PVP Sofifi, total 416 tenaga kerja Maluku Utara telah menyelesaikan 26 paket pelatihan.

Kini tantangannya bukan lagi sekadar meluluskan peserta. Kompetensi tersebut diharapkan benar-benar menjadi pintu masuk menuju pekerjaan, peningkatan produktivitas, maupun lahirnya usaha baru di Maluku Utara.

(Red)

Lebih baru Lebih lama
Premium By Raushan Design With Shroff Templates