Makassar, Kabartujuhsatu.news, Pertumbuhan ekonomi Soppeng yang mencapai 9,39 persen pada Triwulan I 2026 menjadi salah satu modal penting saat Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng menghadiri Rapat Koordinasi Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Regional Sulawesi di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Jumat (18/9/2026).
Bupati Suwardi hadir didampingi Kepala Balitbangda Soppeng Andi Agus Nongki. Forum tersebut mempertemukan pemerintah daerah se-Sulawesi dengan pemerintah pusat untuk membahas strategi menjaga sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi regional.
Rakor menghadirkan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto dan Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI Dr. Sonny Harry Budiutomo Harmadi, S.E., M.E., serta melibatkan unsur Kementerian PPN/Bappenas.
Agenda utama forum diarahkan pada penyelarasan kebijakan ekonomi daerah dengan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada 2029, sebagaimana arah RPJMN 2025–2029.
Di tengah pembahasan tersebut, Soppeng datang membawa angka pertumbuhan yang relatif tinggi.
Data BPS mencatat ekonomi Soppeng tumbuh 9,39 persen pada Triwulan I 2026, lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan yang berada pada angka 6,88 persen pada periode yang sama.
Capaian itu menempatkan Soppeng dalam kelompok lima daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sulawesi Selatan.
Namun, angka pertumbuhan tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi pemerintah daerah. Pertumbuhan ekonomi bukan sekadar mengejar angka, tetapi bagaimana pertumbuhan tersebut mampu memperluas kesempatan kerja, menekan kemiskinan, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat sektor-sektor produktif daerah.
Arah tersebut juga tercermin dalam rancangan KUA-PPAS 2027 Kabupaten Soppeng. Pemerintah daerah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi berada pada kisaran 4,83 persen hingga 6,12 persen, bersamaan dengan sasaran penurunan kemiskinan dan pengangguran serta peningkatan PDRB per kapita.
Rakor kemudian dirangkaikan dengan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Sulawesi yang berlangsung di Makassar.
Agenda apresiasi tersebut dijadwalkan berlangsung Jumat malam dan memberikan penghargaan pada sejumlah bidang, termasuk pelayanan dasar dan pengelolaan lingkungan.
Bagi Soppeng, forum regional ini menjadi ruang untuk menyelaraskan capaian daerah dengan agenda pembangunan nasional. Pertumbuhan 9,39 persen menjadi catatan positif, tetapi pekerjaan berikutnya adalah memastikan momentum tersebut tidak berhenti sebagai statistik.
Sektor-sektor penggerak ekonomi daerah perlu terus diperkuat agar pertumbuhan benar-benar terasa dalam kehidupan masyarakat.
Dengan demikian, angka pertumbuhan bukan hanya tinggi di atas kertas, tetapi juga mampu diterjemahkan menjadi lapangan kerja, peningkatan pendapatan, penurunan kemiskinan, dan pemerataan kesejahteraan masyarakat Soppeng.
(Red)
