23 Tahun Merantau ke Papua, Aris Sanda Pulang dalam Peti Jenazah

23 Tahun Merantau ke Papua, Aris Sanda Pulang dalam Peti Jenazah


Toraja Utara, Kabartujuhsatu.news, Sosok ramah, mudah bergaul, dan pekerja keras. Begitulah Aris Sanda dikenang keluarga.

Warga Dusun Tampan, Lembang Tampan Bonga, Kecamatan Bangkelekila, Toraja Utara, itu telah menghabiskan 23 tahun hidupnya di tanah rantau. Sejak masih bujang, Aris memilih meninggalkan kampung halaman dan mengikuti jejak sang kakak ke Papua.

Di balik perjalanan panjangnya sebagai perantau, Aris pernah menyimpan cita-cita menjadi anggota Polri. Ia sempat mengikuti tes kepolisian di Kendari dan Wamena.

Namun, jalan hidup berkata lain.

Aris kemudian memilih bekerja keras di tanah rantau. Bertahun-tahun ia menjalani kehidupan di Papua, jauh dari keluarga dan kampung halaman.

Kini, Aris telah tiada.

Ia menjadi korban kebrutalan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Jalan Trans Nduga-Wamena, Papua, Selasa (15/9/2026).

Kabar duka itu meninggalkan luka mendalam bagi keluarga di Toraja Utara.

Di rumah duka, tenda berwarna biru telah berdiri. Sang ibu, Elizabeth Salasa (66), bersama keluarga masih setia menanti kepulangan jenazah Aris dari Papua.

Penantian itu bukan lagi untuk menyambut seorang anak yang pulang dari perantauan dengan cerita dan kabar tentang perjuangannya.

Melainkan untuk mengantarkan Aris ke tempat peristirahatan terakhir.

Selama 23 tahun di tanah rantau, Aris telah mencurahkan tenaga dan hidupnya untuk bekerja. Kerja kerasnya menjadi bagian dari cerita keluarga yang akan terus dikenang.

Kini, langkahnya telah berhenti.

Namun kenangan tentang sosok Aris yang ramah, mudah bergaul dan pekerja keras akan tetap tinggal di hati keluarga dan orang-orang yang mengenalnya.

Selamat jalan, Aris Sanda.

Perjuanganmu di tanah rantau akan selalu dikenang.

(Red)

Lebih baru Lebih lama
Premium By Raushan Design With Shroff Templates