Makassar, Kabartujuhsatu.news, Nama Kabupaten Soppeng kembali mencuat dari dunia pendidikan Sulawesi Selatan. Kali ini, Rahmaningsi, S.Pd., Kepala SD Negeri 202 Walennae, berhasil menorehkan prestasi dengan menyandang predikat peserta terbaik dalam Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) se-Sulawesi Selatan.
Bukan perkara mudah. Rahmaningsi harus bersaing dengan 148 peserta dari berbagai kabupaten/kota di Sulsel dalam pelatihan yang berlangsung selama 10 hari di Makassar.
Pelatihan tersebut resmi ditutup Jumat (4/9/2026), setelah para peserta menjalani serangkaian pembekalan, praktik, hingga pembelajaran langsung mengenai kepemimpinan dan tata kelola satuan pendidikan.
Rahmaningsi berhasil keluar sebagai peserta terbaik setelah mengikuti seluruh tahapan pelatihan. Capaian itu sekaligus menempatkan Kepala SDN 202 Walennae tersebut sebagai salah satu peserta yang dinilai menonjol dalam proses pengembangan kompetensi calon kepala sekolah.
Pelatihan BCKS digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Sulawesi Selatan.
Peserta sebelumnya telah melewati proses seleksi dan dinyatakan memenuhi persyaratan untuk mengikuti program pengembangan calon kepala sekolah.
Tak hanya duduk menerima materi di ruang pelatihan. Para peserta juga menjalani shadowing atau praktik lapangan dengan mengunjungi sejumlah sekolah sasaran.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak melihat secara langsung bagaimana seorang kepala sekolah menjalankan kepemimpinan, mengelola satuan pendidikan, mengambil keputusan, hingga membangun budaya sekolah.
Pelaksanaan BCKS 2026 Sulsel berlangsung sejak 24 Agustus 2026. Penguatan kebijakan pendidikan juga diberikan Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan (KSPSTK) Kemendikdasmen, Dr. Iwan Junaedi.
Predikat peserta terbaik yang diraih Rahmaningsi menjadi catatan tersendiri bagi Kabupaten Soppeng.
Di tengah peserta yang datang dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan, kepala sekolah asal Soppeng itu mampu menunjukkan kapasitasnya hingga mendapat pengakuan sebagai peserta terbaik.
Prestasi tersebut juga memperkuat rekam jejak Rahmaningsi sebagai tenaga pendidik yang aktif mengembangkan kapasitas kepemimpinan sekaligus mendorong inovasi di lingkungan pendidikan.
Rahmaningsi saat ini dipercaya memimpin SD Negeri 202 Walennae Kabupaten Soppeng. Ia juga dikenal sebagai salah satu inovator daerah.
Bagi Soppeng, capaian tersebut bukan sekadar penghargaan individu. Prestasi Rahmaningsi menjadi gambaran bahwa figur pendidikan dari daerah mampu tampil dan bersaing di level provinsi.
Pelatihan BCKS sendiri merupakan bagian dari proses penyiapan calon kepala sekolah dalam sistem penugasan kepala sekolah yang diterapkan Kemendikdasmen.
Kompetensi, kapasitas kepemimpinan, dan kesiapan calon menjadi bagian penting dalam proses tersebut.
Dan kali ini, nama Soppeng muncul sebagai yang terbaik.
(Red)
