Anies ke Makassar, Gerakan Rakyat Sulsel Perkuat Konsolidasi Menuju 2029

Anies ke Makassar, Gerakan Rakyat Sulsel Perkuat Konsolidasi Menuju 2029

 

Makassar, Kabartujuhsatu.news, Kunjungan Anies Rasyid Baswedan ke Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (19/9/2026), menjadi momentum konsolidasi bagi jaringan Gerakan Rakyat dan Partai Gerakan Rakyat (PGR) di Sulsel.

Kehadiran Anies berlangsung di tengah proses penguatan struktur organisasi yang sebelumnya banyak bertumpu pada jaringan relawan pendukungnya pada Pilpres 2024.

Dalam kunjungan tersebut, Anies menghadiri silaturahmi bersama pengurus, kader, relawan dan simpatisan Gerakan Rakyat sekaligus meresmikan penggunaan kantor Partai Gerakan Rakyat di kawasan Paropo, Kecamatan Panakkukang, Makassar.

Pertemuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Namun, pesan Anies justru lebih banyak diarahkan pada kerja sosial ketimbang agenda elektoral.

Anies meminta Gerakan Rakyat memperluas jangkauan dan mengambil peran dalam membantu masyarakat menghadapi berbagai persoalan sosial.

“Sekarang kita jangkau semuanya. Sedang banyak masalah sosial hari ini. Saya berharap teman-teman di ormas Gerakan Rakyat bisa berbuat lebih banyak lagi supaya meringankan beban masyarakat.”

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kerukunan dan membuka ruang bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Menjaga kerukunan, menjangkau semua, karena kita berharap gerakan perubahan makin hari makin bisa menjangkau semuanya.”

Anies menyebut masyarakat Sulawesi Selatan memiliki karakter tangguh dan semangat untuk melakukan perubahan.

Kunjungan tersebut berlangsung ketika Gerakan Rakyat tengah bergerak dari jaringan sosial dan relawan menuju organisasi politik yang lebih formal.

Gerakan Rakyat Sulsel menyebut organisasi kemasyarakatan tersebut lahir dari jaringan pendukung Anies pada Pilpres 2024. Sementara Partai Gerakan Rakyat dibangun sebagai wadah perjuangan politik.

Di Sulsel, Ketua DPW Partai Gerakan Rakyat, Asri Tadda, menyebut konsolidasi organisasi terus dilakukan hingga tingkat akar rumput.

Situs resmi PGR Sulsel menyebut struktur organisasi telah hadir di 18 DPD kabupaten/kota dan 110 DPC tingkat kecamatan. Organisasi tersebut juga menyatakan telah mengantongi Surat Keterangan Terdaftar (SKT) dari Kanwil Kementerian Hukum Sulsel.

Sementara untuk Kota Makassar, konsolidasi diarahkan hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.

Sebelumnya, Asri juga menyebut penguatan struktur dan pemenuhan persyaratan administrasi menjadi bagian penting dalam persiapan menghadapi Pemilu 2029.

Di tengah konsolidasi tersebut, PGR Sulsel secara terbuka menyatakan masih membawa aspirasi untuk menjadikan Anies Baswedan sebagai figur yang diharapkan maju pada Pilpres 2029.

Asri Tadda menyebut semangat tersebut merupakan kelanjutan dari perjuangan yang dibangun sejak Pilpres 2024.

Namun, keputusan formal mengenai arah pencalonan tetap berada dalam mekanisme resmi partai.

PGR Sulsel sebelumnya menyatakan proses menuju pengesahan badan hukum nasional masih menjadi tahapan penting sebelum partai memasuki agenda politik berikutnya.

Dengan demikian, pernyataan mengenai Anies dan Pilpres 2029 saat ini merupakan sikap atau aspirasi yang disampaikan pengurus PGR, bukan keputusan resmi pencalonan yang telah ditetapkan melalui forum partai.

Selain membangun struktur politik, PGR Sulsel juga membawa narasi partai berbasis gotong royong.

Asri Tadda sebelumnya menyatakan Partai Gerakan Rakyat dibangun melalui kerja kolektif kader dan relawan, bukan berdasarkan kepentingan kelompok tertentu.

Ia juga menekankan transparansi dan keterbukaan sebagai bagian dari model organisasi yang hendak dibangun.

Narasi tersebut menjadi bagian dari upaya PGR membedakan identitas organisasinya dengan pola partai politik konvensional.

Di lapangan, struktur organisasi terus diperluas. Situs resmi PGR Sulsel menyebut keberadaan 18 DPD dan 110 DPC di Sulawesi Selatan.

Menariknya, di tengah konsolidasi politik menuju 2029, Anies justru mengarahkan perhatian Gerakan Rakyat pada persoalan sosial.

Ia meminta jaringan tersebut tidak hanya sibuk membangun struktur, tetapi juga hadir di tengah masyarakat.

Pesan itu menempatkan aktivitas sosial sebagai salah satu bagian penting dari keberadaan Gerakan Rakyat.

Bagi jaringan yang sebelumnya tumbuh dari relawan Pilpres 2024, pesan tersebut juga menjadi penegasan bahwa keberlanjutan organisasi tidak semata-mata ditentukan oleh kontestasi elektoral.

Gerakan Rakyat Sulsel sendiri menyatakan visi organisasinya adalah merawat semangat perubahan dan mengorganisir masyarakat untuk bergerak bersama.

Makassar menjadi salah satu titik penting dalam konsolidasi tersebut.

Sebelumnya, jajaran PGR Makassar juga telah melakukan pertemuan dan penguatan struktur sebagai bagian dari persiapan menghadapi tahapan politik 2029.

Kehadiran Anies pada Sabtu (19/9/2026) kemudian memberi momentum baru bagi jaringan tersebut.

Namun, pesan yang dibawa Anies tidak hanya berbicara tentang politik.

Ia meminta Gerakan Rakyat menjaga kerukunan, menjangkau semua kelompok masyarakat, dan memperbanyak kegiatan yang dapat meringankan beban warga.

Di sisi lain, PGR Sulsel terus membangun struktur dan mempersiapkan organisasi menghadapi tahapan Pemilu 2029.

Dua agenda itu kini berjalan bersamaan: memperkuat organisasi politik sekaligus mempertahankan basis sosial yang menjadi akar kelahiran Gerakan Rakyat.

Bagi PGR Sulsel, perjalanan menuju 2029 masih panjang. Legalitas partai, konsolidasi struktur, rekrutmen kader dan mekanisme internal menjadi tahapan yang harus dilalui sebelum keputusan politik formal ditetapkan.

Sementara bagi Anies, pesan yang disampaikan di Makassar cukup jelas: Gerakan Rakyat diminta tidak hanya berbicara tentang kontestasi, tetapi juga hadir menjawab persoalan masyarakat.

“Jangkau semuanya,” menjadi pesan yang dibawa pulang jaringan Gerakan Rakyat Sulsel dari kunjungan Anies ke Makassar.

(Red)

Lebih baru Lebih lama
Premium By Raushan Design With Shroff Templates