19 Tahun LAKI, Dari Bekasi Gaungkan Perang Melawan Korupsi: "Tak Ada Tempat bagi Koruptor!"

19 Tahun LAKI, Dari Bekasi Gaungkan Perang Melawan Korupsi: "Tak Ada Tempat bagi Koruptor!"


Bekasi, Kabartujuhsatu.news, Memasuki usia ke-19 tahun, Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) kembali menegaskan komitmennya sebagai organisasi masyarakat yang konsisten mengawal pemberantasan korupsi di Indonesia. Momentum tersebut ditandai melalui pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LAKI Tahun 2026 yang digelar di Kota Bekasi.

Dalam refleksi perjalanan organisasi, Ketua DPC LAKI Kabupaten Soppeng Hamka, SH menegaskan bahwa usia 19 tahun bukan sekadar penanda bertambahnya umur organisasi, melainkan bukti bahwa semangat melawan korupsi tetap terjaga di tengah berbagai tantangan yang terus berkembang.

"Korupsi saat ini tidak lagi dilakukan secara konvensional. Modusnya semakin canggih, sistematis, bahkan kerap berlindung di balik kebijakan dan regulasi. Karena itu, gerakan antikorupsi juga harus semakin cerdas dan adaptif," ujarnya. Minggu malam (5/7/2026).

Menurutnya, LAKI lahir dari kegelisahan terhadap maraknya praktik korupsi yang merugikan negara dan menghambat kesejahteraan masyarakat. Selama hampir dua dekade, organisasi tersebut mengaku tetap konsisten menjadi mitra kritis masyarakat dalam mengawasi penggunaan anggaran negara.

Rakernas ke-19 di Bekasi menjadi momentum untuk memperkuat arah perjuangan organisasi. Dalam forum nasional tersebut, LAKI menetapkan tiga fokus utama yang akan menjadi pijakan gerakan ke depan.

Pertama, mengawal penegakan hukum terhadap pelaku korupsi tanpa pandang bulu, baik yang berasal dari kalangan pejabat pemerintah maupun pihak swasta yang merugikan keuangan negara.

Kedua, memperkuat investigasi berbasis data. Setiap laporan masyarakat akan diverifikasi dan dikaji secara profesional sebelum diteruskan kepada aparat penegak hukum, sehingga setiap langkah organisasi tetap mengedepankan fakta, akurasi, dan bukti.

Ketiga, memperluas kaderisasi dengan melibatkan generasi muda, khususnya Generasi Z dan Milenial, sebagai bagian dari regenerasi pejuang antikorupsi di Indonesia.

"Gerakan antikorupsi tidak cukup hanya dengan keberanian bersuara. Dibutuhkan kemampuan membaca data, memahami tata kelola anggaran, serta mengawal kebijakan publik secara objektif dan profesional," katanya.

Pada peringatan Hari Jadi ke-19 ini, LAKI juga menyampaikan apresiasi kepada para pendiri, pengurus, serta seluruh anggota yang selama ini tetap menjaga independensi organisasi dan konsisten mengawal kepentingan masyarakat.

"Korupsi adalah musuh bersama yang merampas masa depan bangsa. Selama semangat integritas masih menyala, LAKI akan terus berdiri bersama rakyat untuk mengawal Indonesia yang bersih dari korupsi," tegasnya.

Mengakhiri refleksi tersebut, LAKI mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memperkuat budaya antikorupsi sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berkeadilan.

"Selamat Hari Jadi ke-19 Laskar Anti Korupsi Indonesia. Mari terus merawat konsistensi, menjaga integritas, dan tidak pernah tunduk pada korupsi."

(Red)

Lebih baru Lebih lama
Premium By Raushan Design With Shroff Templates