Soppeng, Kabartujuhsatu.news,– Momen pelepasan 149 kontingen Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Soppeng yang akan mengikuti Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) PGRI di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Senin (29/6/2026), tidak hanya diwarnai semangat para peserta untuk bertanding. Ada pemandangan lain yang justru mencuri perhatian usai acara resmi berakhir.
Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, memilih menutup rangkaian kegiatan dengan cara sederhana namun penuh makna. Ia mengundang seluruh kontingen, pengurus PGRI, panitia, hingga wartawan yang hadir meliput kegiatan untuk menikmati makan siang bersama di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati.
Tidak ada perlakuan istimewa bagi kelompok tertentu. Semua tamu dipersilakan masuk dan menikmati hidangan yang telah disiapkan. Bahkan, Bupati sendiri meminta seluruh undangan untuk memilih tempat duduk sesuai keinginan, baik di ruang utama maupun di teras rumah jabatan.
Suasana yang awalnya formal seketika berubah menjadi hangat dan penuh keakraban. Gelak tawa terdengar dari berbagai sudut ruangan saat Bupati Suwardi Haseng berbincang santai dengan para tamu. Candaan demi candaan mengalir tanpa sekat, memperlihatkan sosok pemimpin yang nyaman berinteraksi dengan siapa saja.
Yang menarik, Bupati tidak memilih duduk di meja khusus bersama pejabat. Ia justru bergabung dengan sejumlah wartawan yang sehari-hari meliput aktivitas pemerintahan di Kabupaten Soppeng.
Di sela makan siang, Suwardi Haseng tampak akrab berbincang dengan para jurnalis. Ia bahkan beberapa kali mempersilakan mereka untuk menikmati seluruh menu yang tersedia.
"Silakan dimakan semua. Ayamnya ada, udangnya ada, telurnya juga ada. Jangan sungkan," ujar Bupati sambil tersenyum kepada wartawan yang satu meja dengannya.
Sikap sederhana tersebut mendapat apresiasi dari kalangan media. Salah seorang wartawan, Ahmad Mario, mengaku terkesan dengan kebiasaan Bupati yang selalu menciptakan suasana akrab tanpa membedakan status maupun profesi.
Menurutnya, makan bersama itu bukan sekadar menikmati hidangan, tetapi menjadi simbol kedekatan seorang kepala daerah dengan masyarakat dan insan pers.
"Beliau tidak menjaga jarak. Kami diperlakukan sama seperti tamu lainnya. Duduk satu meja, bercanda, dan makan bersama. Hal-hal sederhana seperti ini justru membuat kami merasa dihargai," kata Ahmad Mario.
Ia menilai, sikap tersebut mencerminkan karakter kepemimpinan yang rendah hati dan terbuka terhadap semua kalangan.
Momentum kebersamaan itu pun menjadi penutup yang berkesan setelah pelepasan 149 kontingen PGRI Kabupaten Soppeng. Sebelum berangkat menuju Kabupaten Sidrap, para peserta mendapatkan suntikan semangat langsung dari Bupati, bukan hanya melalui pesan-pesan motivasi, tetapi juga lewat kebersamaan yang terjalin dalam suasana kekeluargaan.
Bagi para peserta, jamuan makan siang tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap para guru dan atlet yang akan membawa nama Kabupaten Soppeng pada ajang Porseni PGRI tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
Sementara bagi insan pers, momen itu menjadi gambaran bahwa komunikasi yang baik antara pemerintah dan media dapat dibangun melalui kebersamaan yang sederhana namun penuh makna.
Di tengah padatnya agenda pemerintahan, cara Bupati Suwardi Haseng menutup acara pelepasan kontingen dengan makan bersama seluruh tamu menjadi cerita tersendiri yang meninggalkan kesan positif. Tidak hanya melepas peserta menuju arena pertandingan, tetapi juga memperlihatkan nilai kebersamaan, kesederhanaan, dan kedekatan yang selama ini menjadi ciri kepemimpinannya di Kabupaten Soppeng.


