Soppeng, Kabartujuhsatu.news,– Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Soppeng menggelar aksi demonstrasi di kawasan Bundaran 72, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Rabu (24/6/2026).
Aksi tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Pengurus Besar (PB) PMII yang mengajak seluruh kader di tingkat Pengurus Koordinator Cabang (PKC) dan Pengurus Cabang (PC) se-Indonesia untuk menyuarakan berbagai persoalan kebangsaan yang dinilai perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.
Berdasarkan surat pemberitahuan yang telah disampaikan kepada Kepolisian Resor (Polres) Soppeng, massa aksi diperkirakan mencapai sekitar 100 orang. Para peserta aksi berkumpul di Sekretariat PMII STAI Al-Gazali Soppeng sebelum bergerak menuju titik aksi di Bundaran 72.
Wakil Ketua II PC PMII Soppeng, Aswan Jaya Sakti selaku Korlap, menegaskan bahwa aksi yang dilakukan merupakan bentuk tanggung jawab moral mahasiswa sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil yang memiliki fungsi kontrol terhadap jalannya pemerintahan dan pelaksanaan kebijakan publik.
Menurutnya, mahasiswa memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai demokrasi dan memastikan setiap kebijakan negara tetap berpihak kepada kepentingan rakyat. Oleh karena itu, PMII Soppeng memandang perlu untuk menyampaikan sejumlah tuntutan yang dianggap relevan dengan kondisi sosial, ekonomi, dan politik nasional saat ini.
Dalam aksi tersebut, PMII Soppeng mengangkat lima poin utama yang menjadi fokus tuntutan. Pertama, mendesak pemerintah pusat untuk menegakkan amanat Undang-Undang Dasar 1945 secara berdaulat dan konsisten. PMII menilai bahwa berbagai kebijakan strategis negara harus tetap berlandaskan konstitusi dan menjunjung tinggi kepentingan rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi.
Kedua, PMII menyoroti pentingnya mengembalikan kepercayaan publik terhadap lembaga-lembaga negara. Menurut organisasi mahasiswa tersebut, kepercayaan masyarakat merupakan modal utama dalam menjaga stabilitas nasional dan memperkuat legitimasi pemerintahan. Oleh karena itu, transparansi, akuntabilitas, dan keberpihakan terhadap kepentingan rakyat harus terus diperkuat.
Ketiga, PMII Soppeng mendorong pemerintah pusat untuk memperkuat kemandirian ekonomi nasional. Di tengah berbagai tantangan ekonomi global, organisasi tersebut menilai Indonesia perlu memperkuat sektor-sektor produktif, meningkatkan daya saing nasional, serta memastikan distribusi kesejahteraan yang lebih merata bagi seluruh masyarakat.
Selain itu, PMII juga menuntut adanya evaluasi terhadap struktur kabinet. Mereka meminta agar dilakukan reshuffle dan efisiensi kabinet berdasarkan kompetensi, profesionalitas, dan kewenangan yang jelas. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan efektivitas pemerintahan serta memastikan pelaksanaan program-program strategis berjalan optimal.
Isu lain yang menjadi perhatian dalam aksi tersebut adalah evaluasi terhadap Badan Gizi Nasional (BGN) dan keberadaan KDMP. PMII Soppeng meminta pemerintah melakukan peninjauan ulang terhadap program-program yang dianggap belum memberikan dampak signifikan bagi masyarakat.
Pada saat yang sama, mereka juga mendesak pemerintah pusat untuk memberikan perhatian yang lebih serius terhadap kesejahteraan guru sebagai salah satu pilar utama pembangunan sumber daya manusia di Indonesia.
Aswan menyampaikan bahwa aksi demonstrasi dirancang berlangsung secara damai dan tetap mengedepankan nilai-nilai intelektual serta etika pergerakan mahasiswa. Ia berharap seluruh peserta aksi dapat menyampaikan aspirasi secara tertib dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Kami hadir untuk menyampaikan aspirasi secara konstitusional. Mahasiswa memiliki hak untuk menyampaikan pendapat di muka umum sebagaimana dijamin oleh undang-undang. Kami berharap pemerintah dapat mendengarkan dan menindaklanjuti berbagai aspirasi yang disampaikan," ujarnya.
Sementara itu, pihak kepolisian diharapkan dapat mengawal jalannya aksi guna memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat secara berlebihan. Koordinasi antara panitia aksi dan aparat keamanan juga telah dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kondusivitas selama kegiatan berlangsung.
Aksi yang digelar PMII Soppeng ini menjadi bagian dari gerakan serentak yang dilakukan kader PMII di berbagai daerah di Indonesia. Melalui gerakan tersebut, organisasi kemahasiswaan ini berharap dapat memberikan kontribusi dalam mendorong perbaikan tata kelola pemerintahan, penguatan demokrasi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara luas.
Dengan mengusung semangat perjuangan dan pengabdian kepada bangsa, PMII Soppeng menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra kritis pemerintah sekaligus penyambung aspirasi masyarakat dalam memperjuangkan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan rakyat.
(Red)
