Soppeng, Kabartujuhsatu.news, Di tengah semarak Open Turnamen Domino 72 Community Cup II yang digelar oleh 72 Community di Soppeng, satu nama kembali menggema di kalangan masyarakat dan pecinta domino. Nama itu bukan hanya dikenal di Kabupaten Soppeng, tetapi juga hingga luar daerah, antarprovinsi, bahkan di komunitas domino mancanegara.
Sosok tersebut adalah Andi Kaswadi Razak, yang akrab disapa Fung Dulli.
Bagi banyak masyarakat, Fung Dulli bukan sekadar mantan kepala daerah. Ia dipandang sebagai figur yang meninggalkan jejak pembangunan sekaligus kedekatan sosial selama memimpin Kabupaten Soppeng selama dua periode.
Nuansa itu kembali terasa dalam pelaksanaan Open Turnamen Domino 72 Community Cup II yang mengusung tema “Sipattuju” nilai budaya Bugis yang bermakna kebersamaan, kesepahaman, dan bergerak menuju tujuan yang sama.
Suasana semakin hangat ketika mantan Wali Kota Makassar yang kini menjabat sebagai Ketua PORDI Sulawesi Selatan sekaligus Sekjen Pusat Ikatan Putra Putri Anak Polri Indonesia menyampaikan apresiasinya kepada Fung Dulli di hadapan peserta dan tamu undangan.
“Sangat langka mendapatkan orang seperti Fung Dulli, yang rela mewakafkan dirinya untuk daerah dan masyarakatnya.” ujarnya, Sabtu (23/5/2026).
Pernyataan tersebut langsung mendapat sambutan hangat dari peserta maupun masyarakat yang hadir. Banyak yang menilai bahwa pengabdian tidak selalu diukur dari jabatan yang sedang diemban, melainkan dari jejak dan manfaat yang tetap dirasakan masyarakat hingga hari ini.
Turnamen ini pun tidak sekadar menjadi ajang kompetisi domino. Lebih dari itu, kegiatan ini menghadirkan pesan edukatif bahwa domino dapat menjadi ruang silaturahmi, sportivitas, strategi berpikir, pengendalian emosi, sekaligus penguat hubungan sosial.
Nilai Sipattuju menjadi pengingat bahwa kebersamaan adalah kekuatan. Perbedaan latar belakang, profesi, daerah, hingga generasi dapat dipertemukan dalam satu ruang yang sama: persaudaraan.
Kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya lahir dari proyek fisik semata, tetapi juga dari kemampuan menjaga hubungan antarmanusia, merawat budaya, dan menghadirkan ruang kebersamaan bagi masyarakat.
Pada akhirnya, Open Turnamen Domino 72 Community Cup II bukan hanya tentang siapa yang keluar sebagai juara di atas meja domino.
Lebih dari itu, turnamen ini menjadi simbol bagaimana sebuah kegiatan mampu menyatukan masyarakat, membangkitkan nostalgia, menghargai pengabdian, serta menghidupkan kembali semangat Sipattuju — bersatu, saling menguatkan, dan bergerak bersama untuk daerah.
Sebab pada akhirnya, kemenangan terbesar bukanlah angka di papan pertandingan, melainkan ketika masyarakat tetap merasa memiliki, dihargai, dan dipersatukan.
(Red)
